- Kejahatan siber meningkat pasca Idulfitri, memanfaatkan peningkatan transaksi digital dengan modus penipuan beragam.
- Bank Sumsel Babel mengimbau nasabah tidak membagikan data rahasia seperti PIN, OTP, dan password kepada siapapun.
- Modus umum meliputi salah transfer, penyamaran instansi resmi, tautan mencurigakan, dan pengiriman file APK palsu.
SuaraSumsel.id - Di tengah tingginya aktivitas transaksi digital pasca Idulfitri 1447 Hijriah, ancaman kejahatan siber justru semakin meningkat. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, karena pelaku kejahatan kini menggunakan berbagai modus yang semakin meyakinkan dan sulit dikenali.
Bank Sumsel Babel menyoroti bahwa momen setelah Lebaran sering dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya, mulai dari penipuan berkedok hadiah, hingga penyalahgunaan data pribadi melalui tautan mencurigakan.
PPS Dirut Bank Sumsel Babel Marzuki menegaskan pentingnya kewaspadaan nasabah dalam menjaga keamanan transaksi digital.
“Kami mengimbau nasabah untuk tidak mudah percaya terhadap pesan atau informasi yang mencurigakan. Jangan pernah membagikan data rahasia seperti PIN, OTP, maupun password kepada siapa pun,” ujar Marzuki.
Baca Juga:Saat Hemat BBM Diserukan, Anggaran Rumah Dinas Mewah DPRD Sumsel Kembali Disorot
Sejumlah modus kejahatan yang kini marak terjadi antara lain modus salah transfer yang meminta korban mengembalikan uang, padahal dana tersebut berasal dari tindak kejahatan. Selain itu, pelaku juga kerap menyamar sebagai petugas dari instansi resmi seperti pajak, Dukcapil, bansos, hingga kurir pengiriman.
Tak hanya itu, penipuan juga banyak dilakukan melalui link mencurigakan yang dikirim via WhatsApp, yang seolah-olah menawarkan hadiah atau bantuan dana, seperti klaim THR atau program tertentu. Jika diklik, tautan tersebut dapat mencuri data pribadi pengguna.
Modus lain yang perlu diwaspadai adalah pengiriman file berformat APK palsu, yang dikemas seolah-olah sebagai undangan, notifikasi, atau dokumen penting. File ini berpotensi membobol data di perangkat korban.
Untuk itu, Bank Sumsel Babel mengingatkan beberapa langkah penting agar tetap aman dalam bertransaksi:
- Jangan pernah membagikan PIN, OTP, atau password
- Hindari mengklik link dari sumber tidak dikenal
- Waspadai modus salah transfer
- Pastikan informasi sebelum melakukan transaksi
Bank Sumsel Babel juga menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam kondisi apa pun, baik melalui telepon, SMS, maupun pesan di media sosial.
Baca Juga:Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, nasabah diminta segera menghubungi BSB Call Center 1500711 atau mendatangi kantor cabang terdekat.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, masyarakat dapat tetap menikmati kemudahan layanan digital tanpa harus khawatir terhadap ancaman kejahatan siber.