- Kebakaran SPBU di Palembang terjadi saat antrean kendaraan ramai, meningkatkan risiko dampak ledakan.
- Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di gerai oli, bukan dari dispenser atau tangki BBM utama.
- Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah upaya awal APAR petugas belum mengendalikan situasi kritis.
SuaraSumsel.id - Suasana yang awalnya biasa berubah jadi kepanikan dalam hitungan detik. Antrean kendaraan di sebuah SPBU di Palembang mendadak ricuh setelah kobaran api muncul secara tiba-tiba. Momen itu bukan hanya mengejutkan, tapi juga menghadirkan ketegangan—karena terjadi tepat di area yang sangat rawan ledakan.
Beruntung, kejadian ini tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, detik-detik kebakaran di SPBU Pertamina tersebut menyisakan banyak fakta menarik yang bikin publik bertanya-tanya.
Berikut ini 5 fakta penting di balik kebakaran SPBU yang bikin mencekam itu:
1. Terjadi Saat Antrean BBM Sedang Ramai
Baca Juga:Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
Kebakaran ini terjadi di saat SPBU dipenuhi kendaraan yang sedang mengantre BBM. Situasi ini membuat risiko meningkat drastis karena banyak kendaraan berada sangat dekat dengan sumber api.
Bayangkan jika api menyambar ke area pengisian—potensi ledakan bisa jauh lebih besar. Inilah yang membuat kejadian ini terasa begitu mencekam bagi warga di lokasi.
2. Api Muncul dari Gerai Oli, Bukan Tangki BBM
Fakta yang paling mengejutkan, sumber api bukan berasal dari dispenser atau tangki BBM, melainkan dari gerai oli yang berada di area SPBU.
Hal ini memicu tanda tanya besar. Pasalnya, publik umumnya mengira titik paling berbahaya di SPBU adalah tangki bahan bakar, bukan area penjualan oli.
Baca Juga:WFH Demi Hemat BBM, Gubernur Herman Deru Siapkan Langkah Ini di Sumsel
3. Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Ini menjadi perhatian serius karena masalah listrik sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat besar—terutama di area berisiko tinggi seperti SPBU.
4. Api Sempat Dipadamkan dengan APAR, Tapi Belum Terkendali
Petugas sempat mencoba memadamkan api menggunakan sekitar lima alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api belum sepenuhnya terkendali.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kebakaran sempat berada di fase kritis sebelum akhirnya bantuan datang.
5. Damkar Turun Tangan, Api Akhirnya Padam Tanpa Korban