- Pagi Idulfitri, sunnah menganjurkan makan terlebih dahulu, minimal kurma ganjil, sebagai penanda berakhirnya puasa Ramadan.
- Amalan penting lainnya termasuk membersihkan diri, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian sebelum melaksanakan Salat Id.
- Rasulullah mencontohkan berangkat salat dengan berjalan kaki dan pulang melalui rute berbeda, sembari tetap mengumandangkan takbir.
Di sinilah esensi Idulfitri terasa: bukan hanya perayaan, tetapi ungkapan syukur yang terus hidup dalam setiap langkah.
Sering kali, yang membuat Idulfitri terasa istimewa bukan hanya salatnya, tetapi bagaimana kita menjalaninya sejak pagi.
Sunnah-sunnah ini mungkin tampak sederhana, namun justru di situlah letak kedalaman maknanya. Ia mengajarkan bahwa ibadah tidak selalu tentang hal besar, tetapi juga tentang kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran.
Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang merayakan kemenangan—tetapi tentang bagaimana kita menjaga makna kemenangan itu dalam setiap langkah.
Baca Juga:Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran