Melestarikan Sastra Tutur di Tempirai Melalui Buku dan Film Dokumenter

Tempirai, wilayah lahan basah di PALI, Sumatera Selatan, melestarikan tradisi Suku Musi melalui sastra tutur terancam punah.

Tasmalinda
Selasa, 27 Januari 2026 | 17:21 WIB
Melestarikan Sastra Tutur di Tempirai Melalui Buku dan Film Dokumenter
Amrullah, penulis buku Sastra Tutur dan Lainnya di Tempirai, saat menyampaikan pemikirannya dalam diskusi di Tempirai, PALI, Sumsel. Foto Mohamad Shabir Al Fikri
Baca 10 detik
  • Tempirai, wilayah lahan basah di PALI, Sumatera Selatan, melestarikan tradisi Suku Musi melalui sastra tutur terancam punah.
  • Buku "Sastra Tutur dan Lainnya di Tempirai" oleh Amrullah mendokumentasikan pengetahuan leluhur yang kini rentan hilang.
  • Kegiatan bedah buku mendorong pelestarian memori kolektif Tempirai sebagai jembatan pendidikan budaya antargenerasi.

Tati Yusita, dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumatera Selatan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasi terhadap masyarakat Tempirai yang sudah mengangkat tradisi  kearifan lokalnya. Dan menyatakan terima kasih kepada para maestro sastra tutur yang masih aktif melestarikan sastra tutur tanpa memandang usia mereka yang telah lanjut.

Masyarakat Tempirai yang menyaksikan diskusi buku dan pemutaran film dokumenter yang digelar Kampung Inggris Tempirai dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumsel. Mohamad Shabir Al Fikri
Masyarakat Tempirai yang menyaksikan diskusi buku dan pemutaran film dokumenter yang digelar Kampung Inggris Tempirai dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumsel. Mohamad Shabir Al Fikri

“Kepada Kajut dan Pugok terima kasih, kalian bagi saya merupakan pejuang untuk menyampaikan pesan luhur kepada generasi sekarang tanpa memandang usia yang telah lanjut,” kata Tati.

Selain itu, Tati juga mengajak semua pihak, untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan secara bersama-sama, dan tidak hanya untuk masyarakat Desa Tempirai, juga wilayah lain yang memiliki kebudayaannya.

“Ayo kita bersama-sama melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang ada di daerah kita masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:Kejar Penghargaan Bergengsi, Lomba Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026 Dimulai

Tati juga berharap dilakukan penggalian potensi budaya yang ada di Tempirai, sehingga lahir maestro baru sebagai penerus sastra tutur.

“Harapan saya cukup besar, untuk terus menggali potensi-potensi kebudayaan yang ada agar terlahir maestro-maestro baru dari generasi sekarang,” katanya.

Acara bedah buku yang dirangkai dengan pemutaran film mengenai sastra tutur dan sejumlah tradisi di Tempirai. Film dokumenter ini selain berisi penampilan sejumlah pelestari sastra tutur yang berusia lanjut dan muda, juga dokumentasi sagarurung, tari lading, dan kuntai.

Penulis adalah Mohamad Shabir Al Fikri, Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Baca Juga:Kompetisi Karya Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026: Syarat, Tema, dan Cara Ikut

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini