Aparat mendalami motif, jaringan, dan kemungkinan adanya aktor intelektual yang sengaja menunggangi aksi massa.
Temuan molotov menjadi indikasi awal bahwa kerusuhan bukan sekadar ulah spontan, melainkan aksi yang terorganisir.
Kini, publik Sumsel menunggu jawaban kepolisian: apakah benar ada provokator yang menggerakkan massa dengan sepeda motor, dan apa tujuan sebenarnya di balik aksi brutal ini?
Baca Juga:Kerusuhan Pecah di Palembang, Herman Deru Tegaskan Aksi Bukan Demo tapi Kesengajaan