Laksan vs Celimpungan: Pertarungan Dua Hidangan Santan Paling Ikonik di Palembang

Berikut ini perbandingan menarik antara laksan dan celimpungan, dua kuliner klasik yang layak disebut jagoan berkuah santan dari Bumi Sriwijaya.

Tasmalinda
Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:34 WIB
Laksan vs Celimpungan: Pertarungan Dua Hidangan Santan Paling Ikonik di Palembang
Celimpungan, menu buka puasa khas Palembang (Instagram/@pariwisata.palembang)

SuaraSumsel.id - Palembang tak hanya dikenal karena pempeknya. Dua hidangan tradisional berkuah santan, laksan dan celimpungan, kini makin naik daun terutama saat momen perayaan atau sajian sarapan khas keluarga. Keduanya mirip secara tampilan, tapi punya karakter rasa dan sejarah berbeda.

Lantas, siapa yang lebih unggul di lidah dan hati warga Palembang?

Berikut ini perbandingan menarik antara laksan dan celimpungan, dua kuliner klasik yang layak disebut “jagoan berkuah santan” dari Bumi Sriwijaya.

1. Asal Usul: Pagi Hari dan Perayaan Besar

Baca Juga:Sumsel Mandiri Pangan 2025: Gerakan dari Desa ke Kantor yang Bikin Warga Tak Lagi Bergantung

Laksan biasanya hadir sebagai menu sarapan tradisional. Ia diyakini sebagai adaptasi dari pempek lenjer yang dibumbui kuah santan pedas. Sering disajikan saat Lebaran atau syukuran keluarga.

Celimpungan, di sisi lain, punya nilai sakral. Makanan ini biasa muncul dalam kenduri besar atau ritual keagamaan. Hidangannya lebih "berkelas", disajikan untuk tamu penting atau tokoh adat.

2. Bahan Dasar: Serupa Tapi Tak Sama

Laksan dibuat dari adonan pempek lenjer yang direbus, lalu diiris tipis. Komposisinya berbahan dasar sagu dan ikan.

Celimpungan lebih halus teksturnya. Terbuat dari adonan bulat pipih dengan lebih banyak sagu dan sedikit ikan, membuatnya lebih kenyal dan lembut.

3. Kuah Santan: Tipis Pedas vs Kental Gurih

Baca Juga:Koperasi Merah Putih Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa, Ini Gebrakan OJK dan Pemprov Sumsel

Kuah laksan berwarna merah-oranye, cenderung encer dengan rasa pedas khas cabai merah dan bawang merah dan cocok untuk penikmat makanan berkuah ringan.

Sedangkan kuah celimpungan lebih kental, berwarna kuning dari kunyit, dan kaya rempah seperti ketumbar dan jahe serta rasanya gurih dalam dan tidak terlalu pedas.

Laksan Palembang [istimewa]
Laksan Palembang [istimewa]


4. Tekstur di Lidah: Irisan Tipis vs Gumpalan Lembut

Saat menyantap laksan, kita menikmati irisan memanjang tipis yang menyerap kuah pedas—teksturnya kenyal dan sedikit chewy.

Celimpungan menawarkan sensasi gumpalan bulat pipih yang lembut, seolah meleleh di mulut saat disantap dengan kuah hangatnya.

5. Kapan dan Di Mana Bisa Menikmatinya?

Laksan bisa dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, warung pagi hari, dan rumah makan khas Palembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak