Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, membenarkan adanya laporan yang masuk dari korban pada Kamis lalu.
Ia menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius sesuai dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
"Kita telah menerima laporannya, tentang pencurian. Yang dicuri itu dari pengakuan pelapor, yakni satu unit sepeda motor, satu unit Kamera Go Pro 13+ Max Lens 2.0 + 256 GB Flash, satu unit Drone DJI MINI 4 Pro, dan satu buah dompet berisikan dokumen penting miliknya," ungkap AKBP Andrie saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/4/2025).

Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pelaku kriminal tak pandang bulu dalam memilih korban, dan menjadi peringatan keras bagi masyarakat serta aparat keamanan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, apalagi di lokasi-lokasi publik seperti warung makan yang sering dijadikan tempat singgah wisatawan.
Baca Juga:Sayang Dibuang! Ini Cara Benar Simpan Kue Basah Palembang Pasca Lebaran
Setelah menerima laporan dari korban, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari piket Reskrim unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), unit Identifikasi, Satuan Intelijen, serta piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah awal penanganan kasus, yaitu olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Proses olah TKP dilakukan guna mengumpulkan barang bukti serta petunjuk penting yang dapat mengarah pada pelaku pencurian.
“Kami sudah melakukan olah TKP, saat ini laporannya sedang dalam penyelidikan,” ujar Andrie.
Ia menegaskan bahwa semua upaya dilakukan untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh, termasuk memeriksa kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Respons cepat ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang tak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi mencoreng citra keamanan kota di mata wisatawan mancanegara.
Baca Juga:Ekspor Karet Sumsel Terancam Tarif AS, Pengusaha Desak Perundingan Dagang
Penyelidikan intensif pun tengah berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan barang-barang milik korban dapat ditemukan kembali.