Ekonomi Lesu? Pemudik Kapal Express Palembang-Bangka H-2 Lebaran Sepi

Antusiasme pemudik jalur perairan dari Palembang menuju Bangka pada H-2 Lebaran 2025 terlihat lesu, mencerminkan tren penurunan jumlah penumpang.

Tasmalinda
Minggu, 30 Maret 2025 | 14:32 WIB
Ekonomi Lesu? Pemudik Kapal Express Palembang-Bangka H-2 Lebaran Sepi
Pemudik kapal express Palembang Bangka sepi

SuaraSumsel.id - Antusiasme pemudik jalur perairan dari Palembang menuju Bangka pada H-2 Lebaran 2025 terlihat lesu, mencerminkan tren penurunan jumlah penumpang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Posko Pengamanan Mudik 2025 di Pelabuhan Boom Baru Palembang, hanya 143 penumpang yang menaiki Kapal Express menuju Pelabuhan Mentok, Bangka.

Angka ini jauh dari kapasitas maksimal kapal yang mencapai 407 kursi, meninggalkan ratusan kursi kosong yang seharusnya bisa terisi oleh pemudik.

Kondisi ini cukup mengejutkan mengingat biasanya arus mudik menjelang Lebaran mengalami lonjakan signifikan, dengan banyak masyarakat yang ingin merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman.

Baca Juga:Shalat Ied di Palembang, Jembatan Ampera Ditutup! Simak Lokasi Parkirnya

Penurunan jumlah penumpang ini menimbulkan berbagai spekulasi, mulai dari kondisi ekonomi yang melemah hingga perubahan preferensi transportasi masyarakat yang kini lebih memilih jalur udara atau bahkan menunda perjalanan karena faktor biaya.

Pelayanan mudik jalur air ini telah dibuka sejak H-7 Lebaran, dengan kapal beroperasi dua kali sehari.

Keberangkatan dari Palembang menuju Bangka dijadwalkan pukul 07.30 WIB, sementara kedatangan dari Bangka ke Palembang sekitar pukul 15.30 WIB.

Tren penumpang sejak awal periode mudik menunjukkan angka yang relatif rendah, mencerminkan minat yang tidak begitu tinggi dalam menggunakan jalur perairan untuk perjalanan ke Bangka.

Pada H-7, hanya 112 penumpang yang berangkat dari Palembang menuju Mentok, dan jumlah ini semakin merosot pada H-6 dengan hanya 54 orang yang menaiki kapal.

Baca Juga:Jadwal Imsak 29 Maret 2025 untuk Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir

Meski sempat mengalami peningkatan di hari-hari berikutnya, lonjakan tertinggi tercatat pada H-3 dengan 146 penumpang, namun angka ini masih jauh dari kapasitas maksimal kapal yang mencapai 407 kursi.

Dengan begitu banyak kursi yang tidak terisi, kondisi ini memunculkan tanda tanya mengenai faktor-faktor yang menyebabkan sepinya pemudik, apakah karena harga tiket yang kurang terjangkau, kondisi ekonomi yang kurang stabil, atau adanya perubahan pola mudik masyarakat yang kini lebih memilih jalur lain.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, situasi ini cukup kontras, mengingat biasanya lonjakan penumpang terjadi mendekati Lebaran.

 Humas Pelindo Palembang, Eco, menjelaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi kegiatan mudik di Pelabuhan Boom Baru, sementara operasional kapal berada di bawah manajemen Bahari Kapal Express. "Kami hanya mengoordinasikan fasilitas sandar dan pengamanan bersama kepolisian, Lanal Palembang, serta Basarnas," ujarnya.

Lesunya jumlah pemudik jalur perairan dari Palembang ke Bangka pada H-2 Lebaran 2025 menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama mengenai kondisi ekonomi di Bangka yang diduga menjadi salah satu faktor utama penurunan arus mudik tahun ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika ekonomi di daerah kepulauan seperti Bangka memang mengalami tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas utama seperti timah dan kelapa sawit hingga dampak dari kebijakan ekonomi nasional yang berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Jika ekonomi di Bangka sedang lesu, bukan tidak mungkin banyak perantau yang memilih untuk tetap bertahan di tempat mereka bekerja karena keterbatasan biaya untuk pulang kampung.

Selain itu, biaya transportasi yang mungkin dirasa tidak sebanding dengan pendapatan juga bisa menjadi alasan mengapa jumlah pemudik jauh dari kapasitas maksimal kapal.

Mudik kapal express Palembang-Bangka H-2 lebaran sepi
Mudik kapal express Palembang-Bangka H-2 lebaran sepi

Di sisi lain, fenomena ini juga bisa mencerminkan perubahan pola migrasi masyarakat Bangka.

Jika jumlah perantau yang kembali ke kampung halaman semakin sedikit, bisa jadi ini menandakan bahwa semakin banyak orang yang memilih menetap dan membangun kehidupan di luar Bangka, baik karena faktor ekonomi maupun karena adanya peluang kerja yang lebih menjanjikan di daerah lain.

Hal ini selaras dengan tren urbanisasi yang terus meningkat di berbagai wilayah, di mana generasi muda lebih memilih untuk mencari penghidupan di kota-kota besar dibanding kembali ke daerah asalnya.

Sementara itu, arus mudik dari Bangka ke Palembang pada H-2 Lebaran masih belum diketahui karena jadwal kedatangan kapal baru akan berlangsung pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.

Jika jumlah penumpang yang turun dari Bangka ke Palembang lebih tinggi dibanding mereka yang berangkat, ini bisa menjadi indikasi bahwa lebih banyak warga yang memilih meninggalkan Bangka dibanding mereka yang kembali.

Apakah ini menandakan bahwa perekonomian Bangka sedang mengalami kemunduran, atau justru menunjukkan pergeseran pola mobilitas masyarakat yang kini lebih dinamis?

Hal ini tentu menjadi hal menarik untuk dicermati lebih lanjut, terutama dalam kaitannya dengan kebijakan transportasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini