Mengenang Kapten A Rivai, Pahlawan Pertempuran Lima Hari Lima Malam Palembang

Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M) di Palembang resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Dr. Cheka Virgowansyah

Tasmalinda
Senin, 30 Desember 2024 | 12:06 WIB
Mengenang Kapten A Rivai, Pahlawan Pertempuran Lima Hari Lima Malam Palembang
peringatan Pertempuran lima hari lima malam di Palembang

SuaraSumsel.id - Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M) di Palembang resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Dr. Cheka Virgowansyah, di Gedung Kesenian Palembang, Sabtu (28/12).

Acara ini menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan heroik masyarakat Palembang, Sumatera Selatan dengan melibatkan lebih dari 50 komunitas, mulai dari budayawan, seniman, hingga veteran.

Dengan rangkaian acara yang meriah seperti pameran barang antik, lomba seni, hingga pawai kendaraan, P5H5M tak hanya menjadi ajang penghormatan sejarah tetapi juga daya tarik wisata budaya.

Dalam sambutannya, Dr. Cheka menegaskan pentingnya memahami sejarah sebagai landasan membangun masa depan Palembang yang lebih besar dan berdaya saing.

Baca Juga:Ini Alasan Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Selingkuh Sekwan OKUS

“Jangan pernah ngomong masa depan kota Palembang , kalau tidak pernah tahu sejarah kota Palembang maka saya mengucapkan terima kasih atas peringatan pertempuran ini," ucapnya.

Menurut Cheka, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

“Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang tidak kalah hebat dengan yang ada di Bandung, 10 November di Ambarawa dan sebagainya tapi ternyata kalau kita ingin besar, siapa lagi yang mau membesarkan melalui sejarah ini. Kehebatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam sebagai daya juang dari leluhur-leluhur kita ,” ujarnya.

Cheka juga mengaku selama tinggal di Palembang dia baru tahu kisah detil perjuangan Lettu A Rivai yang gugur ( dimana pangkatnya dinaikkan menjadi Kapten ) dalam Pertempuran Lima Hari Lima Malam .

“ Saya baru sadar ternyata A Rivai hanya seorang Lettu , menjadi orang besar tidak harus seorang jenderal menjadi orang hebat tidak harus seorang Presiden, menjadi orang besar tidak harus mempunyai harta yang melimpah tapi apa yang harus di miliki…. hati , value lah yang membedakan seorang A Rivai menjadi orang besar," ujarnya menjelaskan.

Baca Juga:Spektakuler! Ini 7 Acara Seru di Palembang untuk Sambut Tahun Baru 2025

Selain itu menurutnya kota Palembang tidak bisa bersandar pada pertanian, industrialisasi terus menerus tapi harus bersandar pada perdagangan dan jasa termasuk pariwisata dan budaya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini