"Nantinya 1 KTP akan bisa memfasilitasi kesehatan berkualitas, zona bermain, 13 tahun sekolah gratis, bus gratis bagi pelajar, pangan bergizi dan berdaya, bantuan umkm, intensif RT dan RW naik menjadi Rp 1,5 juta sekaligus perlindungan BPJS bagi pekerja sosial," ungkapnya.
Di akhir penutupnya, Fitrianti mengingatkan agar ASN di Pemkot Palembang untuk lebih menjaga netralitas dan percaya pada kerja keras.
Ratu Dewa mengenalkan diri sebagai anak kampung yang telah 31 tahun sebagai abdi negara. Selama pengalaman itu, ia mengungkapkan telah mengunjungi 107 kelurahan dengan mengetahui permasalahan masyarakat.
Ratu Dewa menyakini jika warga Palembang bukan pemilih bayaran namun mencari pemimpin yang membawa harapan.
Baca Juga:Buronan 2 Tahun, Selebgram Palembang Alnaura Akhirnya Ditangkap di Jepang
Mantan Pj Wali Kota ini mengusung taglina Palembang berdaya dengan visi besarnya ialah pemberdayaan masyarakat, pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesehatan gratis.
Dia menekankan masyarakat Palembang harus berbudaya, religius, dengan percepatan pembangunan di segala bidang yang ramah lingkungan berteknologi.
"Memberdayakan UMKM, menjadikan Palembang kota wisata, ekonomi yang kondusif yang ditopang oleh UMKM yang berdaya. Kota maju dengan smart city ditopang aman dan nyaman, dan ada inovasi. Tata kelola pemerintahan yang adapti, akuntabel dan transparan," ujar Ratu Dewa.
Mantan Sekda ini pun mengungkapkan bukan merupakan paslon yang mencari kekuasaan untuk membangun Palembang, namun karena hati nurani untuk menjadikan Palembang lebih berdaya.
"Pembangunan pemerintah pun harus linier, antara pemerintah pusat dan daerah," ujar Ratu Dewa.
Baca Juga:Palembang Kenalkan 3 Destinasi Wisata Bersejarah, Lawang Borotan Jadi Populer