Dia mencontohkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Nadwah berganti nama UKM Seni Budaya Islam. "Padahal, ada masjid besar di Unsri, tapi justru hening dari aktivitas keagamaan," imbuhnya.
Dengan pembiaran atas kasus dugaan pelecehan tersebut maka sekretariat BEM akan semakin menjadi tempat yang suram untuk mahasiswi.
"Akan semakin jauh dari tujuan idealnya guna kaderisasi kepemimpinan yang bersih dan mampu meneruskan estafet kepemimpinan nasional mendatang," tegas Dimas.
Mahsiswi Unsri Curhat Dugaan Pelecehan Seksual di Media Sosial
Baca Juga:Curhat Mahasiswi Unsri Bongkar Pelecehan oleh Oknum Petinggi BEM di Kampus
Mahasiswi Unsri menceritakan peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengurus BEM hingga kemudian viral di media sosial.
Curhatan hati (curhat) mahasiswi ini mengungkapkan jika pengurus BEM tersebut melakukan tindakan yang tidak dibenarkan saat berada di seketeriatan. Peristiwa ini bukan pertama kali dan ia pun menyakini jika ia bukan korban yang pertama.
Mahasiswi menceritakan jika pengurus BEM tersebut berusaha mengajaknya berbincang namun kemudian melakukan merangkul bahu dan menyandarkan kepala ke tubuh mahasiswi.
Bahkan si pengurus BEM tersebut memaksa agar mahasiswi tersebut tetap berada di sampingnya. Mahasiswi pun memastikan tindakan yang dilakukan pengurus BEM tersebut membuatnya risih.
"Apalagi jabatannya wakil ketuo, pelaku ini berasal dari fakultas yang dulu dosennya jugo kena kasus samo," ujar curhat mahasiswi tersebut.
Baca Juga:Kolaborasi Unib dan Unsri Ciptakan Sinergi untuk Pendidikan Tinggi
Akun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memastikan jika oknum petinggi BEM Unsri menjabat sebagai Wakil Ketua berinisial MFA.