Tak Lagi Bersama Sriwijaya FC, Coach Yoyo Ulas Budaya Klub Dengan Analogi Pep Guardiola

Tidak mungkin misalnya seorang Pep Guardiola datang ke Indonesia dan harus beradaptasi dengan budaya setempat.

Tasmalinda
Sabtu, 18 November 2023 | 18:03 WIB
Tak Lagi Bersama Sriwijaya FC, Coach Yoyo Ulas Budaya Klub Dengan Analogi Pep Guardiola
Coach Yoyo dan Pep Guardiola

Sebuah gaya sepakbola yang tak membawa Indonesia kemana-mana. Mengapa media dan pelatih tak ada yang tertarik mempelajari model “midfield man to man marking” yang dibuatnya?

Mengapa tak satupun membahas pertunjukan taktikal kelas atas Huistra yang memaksa Gunawan Dwi Cahyo terus memainkan long passing tanpa arah? Publik dan praktisi tidak peduli atau memang tidak mengerti?

Sepakbola adalah Bos!

Seklumit cerita di atas memberi pelajaran besar. Pengembangan sepakbola memang harus mempertimbangkan budaya.

Baca Juga:KONI Sumsel Jaring Ketua Umum, Ditentukan Oleh 87 Voters

Akan tetapi budaya tidak boleh menjadi titik awal fondasi suatu pengembangan sepakbola.

"Sepakbola lah yang harus jadi titik awal. Jika kita ingin mengembangkan sepakbola ke level tertinggi, maka budaya lah yang harus ikuti tuntutan sepakbola level tinggi tersebut. Sepakbola adalah bosnya!," tulis Coach Yoyo.

Tidak mungkin misalnya seorang Pep Guardiola datang ke Indonesia dan harus beradaptasi dengan budaya setempat.

Pep harus menyesuaikan jam latihannya dengan budaya jam karet. Lalu Pep harus membiarkan pemainnya diurut pasca cedera. Kemudian mengijinkan pemain ikut tarkam.

Puncaknya di lapangan, Pep harus relakan kipernya tendang bola jauh ke depan tanpa arah. Mana mungkin?

Baca Juga:Kemarau Berakhir, Heli Pemadam Karhutla Sumsel Pulang Ke Rusia Dan Australia

Jika hari ini Pep bekerja membangun sepakbola Indonesia. Apakah kita berani ikuti Pep? Atau kita masih menggerutu bilang ilmu Pep ketinggian dan tidak cocok dengan budaya Indonesia?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Bola

Terkini