Bahari Sembilang Mandiri, Asa Keberlanjutan di Pesisir Selatan Sumatera

Pt Pertamina melalui kegiatan CSR nya mengembangkan program Bahari Sembilang Mandiri sebagai upaya program keberlanjutan bagi masyarakatnya.

Tasmalinda
Minggu, 05 November 2023 | 21:53 WIB
Bahari Sembilang Mandiri, Asa Keberlanjutan di Pesisir Selatan Sumatera
Pendidikan orang dewasa atau POD yang digelar oleh Pertamina di Dusun Sembilang Banyuasin [Dok. Pertamina]

Setidaknya setiap kelas digelar setiap dua minggu sekali, ada sekitar 15-20 ibu-ibu rumah tangga yang kembali mengikuti program pendidikan yang digelar pada sore hari selama hampir dua jam dari pukul 15.00 wib sampai dengan 17.00 wib. 

Dengan kemampuan dasar seperti baca dan tulis tersebut, para ibu yang juga menjadi pelaku ekonomi mikro ini akan mampu membuat pembukuan sederhana yang dilakukan mandiri di rumah dan di koperasi mereka.

"Karena ada kegiatan pendidikan non formal ini, saya sudah bisa baca dan tulis, tidak buta huruf lagi, alhamdulillah," ucap ia penuh syukur,’ ujarnya.

Tidak hanya pendidikan, kebutuhan dasar lainnya juga dibenahi.

Baca Juga:Kementan Upayakan Lahan Rawa di OKI Sumsel Bisa Panen 3 Kali Setahun

Mayoritas penduduk Sembilang belum memiliki kemampuan wirausahawan yang sepenuhnya terasah. Hasil tangkapan laut yang biasanya hanya dikonsumsi atau dijual dalam bentuk segar sebenarnya bisa memiliki nilai tambah lainnya.

Karena itu para ibu juga diberi pelatihan pengolahan ikan asin. Tidak hanya pengelolaan namun juga ada aspek pemasaran yang dibantu seperti halnya sertifikasi halal sekaligus menciptakan kemasan menarik untuk dijual.

Para masyarakat di dusun akhirnya membentuk lembaga Koperasi Sembilang Maju Bersama sebagai lembaga penguatan ekonomi di dusun tersebut.

Dengan adanya pengelolaan hasil laut lanjutan, pendapatan masyarakat diakui bertambah. Setidaknya pengakuan ibu-ibu ada tambahan mencapai Rp1 juta dari hasil pengelolaan hasil laut tangkapan para suaminya.

Ikan asin olahan warga Sembilang Banyuasin, Sumsel [dok Pertamina]
Ikan asin olahan warga Sembilang Banyuasin, Sumsel [dok Pertamina]

Apalagi ada jejaring pemasaran yang semakin diperluas oleh lembaga perusahaan pendamping.

Baca Juga:Tingkatkan Kesejahteraan, Komunitas Nelayan Pesisir Sumsel Gelar Pelatihan Membuat Ikan Asin Rumahan

Teman Keteng, Lina mengatakan dirinya awalnya tidak mengetahui perlunya sertifikasi halal dalam kemasan olahan ikan asin yang dibuatnya. Bahkan ikan asin yang dikemas dengan penampilan seadanya hanya mampu membuat produknya tidak bisa awet dan bertahan lama. "Hasil tangkapan sekarang tidak hanya untuk makan saja, tapi dijual dan mendatangkan penghasilan tambahan,” ujar Lina.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini