“Ini taman kota yang kedua yang didampingi oleh BRI, sebelumnya ada kampung sayur Cempako.Di kampung sayur Cempako, sayurannya sudah dijual dan menjadi penghasilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Lina berharap kegiatan urban farming yang baru dimulai pada bulan Mei ini, akan memberikan banyak manfaat pada masyarakat sekitar kantor regional.
“Kami mengedukasi bertanam, peduli terhadap lingkungan, masyarakat membudidayakan tanaman sayur brazil, ikan lele di dalam ember, yang nantinya akan menjadi penghasilan masyarakat tersebut,” sambung ia.
Di program CSR ini, BRI memberikan pendampingan baik pertemuan langsung maupun juga secara online. Pemberian pendampingan dilakukan dari komunitas yang berasal dari Yogyakarta, yang sudah berhasil mengembangkan urban farming hidroponik
Baca Juga:Brantas Abipraya Bangun Jalan Tol Penghubung Sumsel dengan Jambi
“Komunitas ini kemudian memberikan edukasi bagaimana membuat media tanam, lalu bagaimana mendiversifikasi tanaman lainnya, sehingga nantinya urban farming ini juga bisa menular ke kampung lain. Di kampung ini ada 4 tim, yang ternyata rata-rata juga nasabah BRI,” terang ia.
Lina berharap, program ini memberikan efek yang besar kepada masyarakat sekitar. Selain membuat lingkungan menjadi bersih, warga juga memiliki taman kota, sumber pangan sekaligus penghasilan ekonomi. “Terlebih BRI mengharapkan akan menjadi ekowisata urban farming di kota Palembang,” imbuhnya.
Program urban farming CSR BRI ini pun mendapatkan kunjungan dari Dinas Pertanian Provinsi Sumsel.