SuaraSumsel.id - Petani di Sumatera Selatan (Sumsel) kesulitan memulai musim tanam akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini karena petani sulit membajak lahan karena tidak mendapatkan BBM guna menghidupkan hand traktor sebagai tahapan awal memulai bertanam.
Saparudin, salah seorang petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Sumsel mengatakan saat ini pihaknya kesulitan melakukan proses tanam padi. Padahal, pada bulan Oktober seharusnya proses menanam padi di sawahnya sudah selesai dilakukan, karena di akhir tahun sudah bisa dilakukan panen.
“Biasanya dalam dua hari sudah selesai sawah dibajak. Tapi saat ini kami kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar. Dari SPBU juga kadang habis sedangkan diisi eceran hanya seadanya,” katanya akhir pekan lalu.
1. Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor
Baca Juga:Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
![Petani di Sumsel kesulitan mengelola lahan karena kelangkaan BBM [Sumselupdate]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/09/71688-petani-di-sumsel-kesulitan-mengelola-lahan-karena-kelangkaan-bbm-sumselupdate.jpg)
Petani di Sumatera Selatan (Sumsel) kesulitan memulai musim tanam akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini karena petani sulit membajak lahan karena tidak mendapatkan BBM guna menghidupkan hand traktor sebagai tahapan awal memulai bertanam.
Saparudin, salah seorang petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Sumsel mengatakan saat ini pihaknya kesulitan melakukan proses tanam padi.
2. Beruang Madu Kembali Masuk ke Pemukiman di Pagar Alam Sumsel, Warga Ketakutan
![Ilustrasi beruang madu. Beruang madu kembali masuk ke pemukiman warga di Pagar Alam Sumsel [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/06/19/94782-beruang-madu.jpg)
Masyarakat Dusun Agung Tengah, Desa Gunung Agung Tengah, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami ketakutan.
Baca Juga:Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor
Munculnya beruang di Gunung Agung Tengah itu pertama kali diinformasikan oleh akun facebook dengan nama @Alie jeme dusun begay dan @Rita Indahu.
3. Wagub Mawardi Yahya: Data Masyarakat Miskin di Sumsel Diperkirakan Sudah Tidak Sesuai
![Wagub Sumatera Selatan, Mawardi Yahya menilai angka kemiskinan di Sumsel sudah tidak sesuai lagi [Mohammad Moeslim/suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/05/47970-wagub-sumatera-selatan-mawardi-yahya-mohammad-moeslimsuaracom.jpg)
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya meminta bupati dan wali kota di provinsi setempat membentuk tim untuk mengoptimalkan pendataan masyarakat miskin.
"Pendataan perlu dioptimalkan untuk mendapatkan angka penduduk miskin terbaru demi ketepatan sasaran jika ada program bantuan dari pemerintah seperti penyaluran bansos," ujar Mawardi Yahya melansir ANTARA.
4. Viral Laga Sepak Bola di Jalur Sumsel Diwarnai Keributan Pemain Dan Wasit, Disebut Saling Pukul
![Laga di jalur Sumsel berakhir kericuhan. Kericuhan terjadi antara pemain dan wasit di laga tersebut. [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/09/60723-laga-di-jalur-sumsel-berakhir-kericuhan-instagram.jpg)
Pertandingan sepak bola memang menarik untuk ditonton. Namun jika pemain dan wasitnya ribut maka tentu penonton akan kecewa.
Belakangan muncul sebuah video yang memperlihatkan petandingan yang berlangsung di kawasan jalur Sumsel yang juga diwarnai keributan. Video ini kemudian viral dan dibagikan sejumlah akun publik di media sosial Facebook dan Instagram.
5. Viral Dua Remaja Palembang Saling Serang Pakai Parang Dan Samurai, Polisi: Dijadikan TO
![Dua remaja di Palembang saling serang [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/09/70413-dua-remaja-di-palembang-saling-serang-instagram.jpg)
Heboh di media sosial memperlihatkan dua pemuda saling bacok menggunakan senjata tajam jenis parang di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Peristiwa yang terjadi di Jalan KH Azhari, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumsel tersebut diketahui kemudian ramai dikomentari netizen dengan geram.