Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor

Keseluruhan sawah Kelompok Tani yang berada di Desa Lunas Jaya sekitar 30 hektar.

Tasmalinda
Minggu, 09 Oktober 2022 | 20:13 WIB
Tolong! Petani di Sumsel Sulit Menanam Padi Karena BBM Langka, Tak Bisa Jalankan Hand Traktor
Petani di Sumsel kesulitan mengelola lahan karena kelangkaan BBM [Sumselupdate]

SuaraSumsel.id - Petani di Sumatera Selatan (Sumsel) kesulitan memulai musim tanam akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini karena petani sulit membajak lahan karena tidak mendapatkan BBM guna menghidupkan hand traktor sebagai tahapan awal memulai bertanam.

Saparudin, salah seorang petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang  Kabupaten PALI, Sumsel mengatakan saat ini pihaknya kesulitan melakukan proses tanam padi.

Padahal, pada bulan Oktober seharusnya proses menanam padi di sawahnya sudah selesai dilakukan, karena di akhir tahun sudah bisa dilakukan panen.

“Biasanya dalam dua hari sudah selesai sawah dibajak. Tapi saat ini kami kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar. Dari SPBU juga kadang habis sedangkan diisi eceran hanya seadanya,” katanya akhir pekan lalu.

Baca Juga:Palembang Diguyur Hujan Gerimis, Ini Wilayah Sumsel Bakal Hujan Sore Hingga Malam

Keseluruhan sawah Kelompok Tani yang berada di Desa Lunas Jaya sekitar 30 hektar, namun akibat lambannya proses tanam, areal persawahan menjadi mengering.

“Kami ada tiga hand tractor. Biasanya untuk membajak sawah lima hektar, dalam sehari bisa menghabiskan 30 liter BBM. Tapi, akibat sulit mendapatkan BBM untuk membajak, kami bisa menghabiskan waktu dua bulan dengan kondisi sawah yang kering sehingga lebih sulit,” ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni mengatakan pihaknya telah dan tengah dalam proses membagikan bantuan alat keperluan bagi para petani bantuan.

Alat tersebut berupa hand tractor serta mesin pompa air untuk kebutuhan sawah menjaga proses tanam hingga panen sebanyak 30 unit sudah disebar ke 20 kelompok tani yang ada di Kabupaten PALI.

“Kita juga sudah menyediakan surat pemberitahuan khusus melalui penyuluh agar bisa bekerja sama dengan pihak SPBU. Meski dalam waktu satu Minggu hanya bisa dijatah 35 liter solar. Tapi, kita tetap berupaya mencari solusi lain apakah nanti bisa ditambah untuk petani,” jelasnya melansir sumselupdaate.com-jaringan Suara.com.

Baca Juga:Wagub Mawardi Yahya: Data Masyarakat Miskin di Sumsel Diperkirakan Sudah Tidak Sesuai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak