Tangis Ortu Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Pecah, Tahu Anaknya Ditelanjangi, Digebuki, Disulut Rokok

Rusdi mengungkapkan sang anak mengalami traumatik atas kejadian penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.

Tasmalinda
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:02 WIB
Tangis Ortu Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Pecah, Tahu Anaknya Ditelanjangi, Digebuki, Disulut Rokok
Orang tua mahasiswa menangisi kondisi anak korban plonco diksar UIN Raden Fatah Palembang [Siti Umnah/Suara.com]

SuaraSumsel.id - Tangis orang tua mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Rusdi pecah seketika saat mengetahui jika anaknya menjadi korban penganiayaan yang dilakukan rekan sekaligus kakak tingkatnya. Melihat muka anak laki-lakinya tetiba lebam, hingga ada bekas sulutan rokok, air mata Rusdi kembali mengalir.

Dia mengungkapkan perlakukan panitia diksar UKMK lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) kampus UIN Raden Fatah Palembang sungguh tidak bisa dimaafkan. Saat itu dia bersama rekan anaknya berusaha menjemput sang anak yang telah mengikuti Diksar selama empat hari.

Saat dijemput tersebut itulah ia mendapati sang anak sudah mengalami luka lebam. Pengakuan sang anak yang menjadi korban penganiayaan, jika ia mengalami pemukulan oleh lebih dari 10 orang, selain itu juga bagian tubuhnya disulut rokok hingga bagian kepala pusing setelah mengalami pemukulan.

"Waktu mau dijemput saya sulit, ia ditahan panitia dan diancam jangan sampai melaporkan kejadian tersebut," ujar Rusdi yang kembali menangis mengetahui jika sang anak mengalami korban penganiayaan di kampus yang dipercaya buat mendidik anaknya.

Baca Juga:Truk Angkut Batu Bara Kelebihan Muatan Tabrak Rumah Tetangga Wabup OKI Sumsel, Sopir Melarikan Diri

Perisal penyiksaan diungkapkan Rusdi saat anaknya dituduh menyebarkan informasi tentang adanya pungutan liat (pungli) dari kegiatan tersebut.

Rusdi mengungkapkan anaknya mesti membayar uang Rp300.000 dan bantuan sembako kepada panitia. Baru diketahui setelah masalah penganiayaan ini sempat ke ranah hukum, jika anaknya tersebut dijerat dugaan menyebarkan informasi palsu alias hoaks.

Ilustrasi penganiayaan santri. [Antara]
Ilustrasi penganiayaan santri. [Antara]

“Mungkin memang ikut menyebarkan berita adanya pungli dari kegiatan tersebut, tapi tidak tahu juga itu benar atau tidak. Dengar-dengar selain uang, ada juga minta sembako,” tutur Rusdi sembari menahan tangis.

Ayah korban menyebutkan bahwa sang anak telah dianiaya dan dikeroyok oleh oknum sesama panitia berjumlah lebih dari 10 orang.

“Tidak tega saya membayangkan kejadiannya, anak saya sehari semalam dianiaya. Matanya dicolok, dagunya disulut pakai rokok dan ditelanjangi. Pelakunya itu lebih dari 10 orang, ada dari senior ada juga yang satu angkatan dengan anak saya. Ironisnya anak saya ditelanjangi didepan perempuan juga,” katanya.

Baca Juga:BMKG: Cuaca Sumsel Hari Ini, Potensi Hujan Disertai Petir di Sebagian Wilayah

Rusdi mengungkapkan sang anak mengalami traumatik atas kejadian penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.

News

Terkini

Ki Joko Bodo juga mulai menerapkan semua ajaran-ajaran dari Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Lifestyle | 19:08 WIB

Tampak Raffi dan Rafathar menyediakan waktu khusus menyaksikan liga ternama Inggris dan Iran.

Lifestyle | 10:28 WIB

Warganet pun ramai-ramai mengomentari dan berkenyakinan jika Fuji belum mendapat restu Gen Halilintar.

Lifestyle | 09:15 WIB

Ada juga yang menyebut penonton yang hadir saat piala dunia tidak hanya mendapat souvenir tapi juga dibayar.

Lifestyle | 08:47 WIB

Kasus penganiayaan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Lifestyle | 20:59 WIB

Film dokumenter Selena Gomez ini diketahui telah tayang di bioskop pada 2 November 2022 lalu.

Lifestyle | 20:39 WIB

Dari unggahan yang beredar, Ayu Dewi mengungkap lebih memilihsuami selingkuhketimbang suami bangkrut.

Lifestyle | 13:32 WIB

Tampak pemilik podcast Close The Door membagikan tangkapan layar yang menudingnya menipu tersebut.

Lifestyle | 13:08 WIB

Berikut sejumlah peristiwa yang menjadi sorotan sebagai sepekan terakhir di Sumatera Selatan (Sumsel).

News | 11:17 WIB

Setelah atraksi tarian pembuka yang melibatkan pasir gurun yang berputar-putar, pedang dan bintang pop abad ke-21.

News | 11:03 WIB

Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan atas peristiwa ini.

News | 10:35 WIB

Sayangnya kedua keluarga masih enggan membahas perihal pernikahan ini.

News | 10:23 WIB

Puluhan pelajar di SMP Negeri 12 Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel) alami keracunan usai santap nasi sayur nangka.

News | 16:46 WIB

Peristiwa keracunan ini terjadi saat puluhan pelajar mengikuti ekstrakulikuler (ekstra) Pramuka akhir pekan ini.

News | 16:24 WIB

Peristiwa ini diungkapkannya menjadi keprihatinan terhadap dunia pendidikan di Sumsel.

News | 15:36 WIB
Tampilkan lebih banyak