Menyusul Harga Pertalite Naik, Harga Ayam Potong di Palembang Juga Naik

Harga ayam potong di Palembang, Sumatera Selatan juga naik akibat pasokan omzet yang menurun.

Tasmalinda
Minggu, 11 September 2022 | 06:15 WIB
Menyusul Harga Pertalite Naik, Harga Ayam Potong di Palembang Juga Naik
Harga ayam potong di Palembang terus naik. [Suara,com/Citra Ningsih]

SuaraSumsel.id - Selain kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis pertalite, harga ayam potong pada sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, Sumatera Selatan juga mengalami naik. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan persediaan ayam.

Pedagang ayam saat ini mulai mengeluhkan pengurangan penjualan ayam mengingat harga yang meningkat cukup drastis.

Salah satu pedagang ayam potong, Ria (42) mengatakan perubahan harga kebutuhan pokok sejak 3 hari belakangan mulai merangkak dipicu akibat kenaikan harga BBM sejak 3 September 2022.

"Harga ayam sekarang Rp 30 ribu per kilogram, tapi kalau sudah agak siang banyak dari kami yang menjualnya dengan harga modal saja," katanya kepada Wongkito.co.-jaringan Suara.com, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga:Bayi di Sumsel Diberi Nama Perdi Sambo, Warganet : Gak Takut Dibully Kah Nanti Pas Gedenya?

Ria diketahui menjual ayam potong yang diambilnya langsung dari tempat pemotongan yang berlokasi di kawasan Pasar Kuto Palembang.

Sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), terpaksa harus mengurangi penjualan ayam dari 100 kilogram per hari saat ini hanya bisa menjual 50 kilogram. Bahkan penjualan itu sendiri hanya dia distribusikan kepada pelanggan-pelanggan tetapnya.

"50 kilogram bisa habis sehari itu karena saya sudah ada pelanggan tetap untuk mereka berjualan lagi, tadinya bawa 100 kilogram bisa habis sebelum siang, sekarang malah susah laku," ungkapnya.

"Kalau BBM naik sembako juga naik, ya mau diapakan lagi. Tapi kami hanya berharap kalau pemerintah bisa menimbang kembali kondisi ekonomi rakyat kecil," sambungnya.

Nurlaili (38), salah satu pembeli mengaku lelah dengan kenaikan harga sembako yang lagi-lagi harus dirasakannya akibat kenaikan BBM.

Baca Juga:Pilkades di OKU Sumsel Habiskan Anggaran Rp 3 Miliar

"Kemaren baru aja mau seneng karena harga cabai turun, sekarang malah naik lagi. Sebetulnya capek ya kejar-kejaran sama harga sembako apalagi kita ibu rumah tangga," keluhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini