Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pejuang Sumsel yang Terlupakan (3): Tong Djoe, Warga Keturunan Menyokong Sektor Pertahanan di Sumbagsel

Tasmalinda Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:12 WIB

Pejuang Sumsel yang Terlupakan (3): Tong Djoe, Warga Keturunan Menyokong Sektor Pertahanan di Sumbagsel
Ilustrasi kapal laut. Tong Djoe, warga keturunan menyokong sektor pertahanan di Sumbagsel [Shutterstock]

Kapal yang digunakan oleh AK Gani untuk melakukan perdagangan dan penyelundupan minyak merupakan kapal milik keluarga besar Tong Djoe,

SuaraSumsel.id - Nama lain pejuang lain yang belum banyak dibahas dialah Tong Djoe. Warga keturunan Tionghoa ini berperan penting dalam perjuangan di Sumatera bagian Selatan atau Sumbagsel.

Tong Djoe pun tidak banyak tercatat dalam sejarah, padahal perannya besar dalam menghimpun kekuatan masyarakat Tionghoa di Palembang, Sumatera Selatan pada khususnya.

Sejarawan Sumsel Syafrudin menyebutkan, peran Tong Djoe juga dirasakan sangat penting, apalagi dari sektor pertahanan dan keuangan di Sumatera Bagian Selatan.

“Tong Djoe ini sangat besar jasanya, karena jaman revolusi menjadi salah satu sumber kekuatan dan pertahanan Palembang,” ujarnya.

Baca Juga: Makin Ramai Keluhan Antrean di SPBU, DPRD Sumsel Panggil Pertamina

Tong Djoe yang dikenal orang kaya dan memiliki akses perhubungan laut selalu berhasil menyelundupkan minyak ke luar negeri. “Minyak selundupan ditukar di Singapura,” terang ia.

Tong Djoe merupakan sahabat AK Gani yang kala itu menjadi salah satu tokoh sentral dalam perjuangan revolusi di Sumbagsel. “Minyak diselundupkan, lalu dijual ke Singapura. Di Singapura, minyak tersebut ditukar dengan peralatan militer bagi pejuang seperti senjata dan kebutuhan pertahanan lainnya,” ujarnya.

Ilustrasi perang kemerdekaan [istimewa]
Ilustrasi perang kemerdekaan [istimewa]

Tong Djoe kala itu memiliki kapal yang dipersembahkan bagi pasukan pimpinan AK Gani guna melakukan penukaran kebutuhan perang.

“Kapal yang digunakan oleh AK Gani untuk melakukan perdagangan dan penyelundupan minyak merupakan kapal milik keluarga besar Tong Djoe,” ujarnya.

“Dia ini salah satu tokoh partisipan dari etnis lain yang membantu kemerdekaan Indonesia. Dan memang Tong Djoe ini berasal dari keluarga kaya dari dulu, bukan suku Tionghoa yang kurang mampu. Tapi saat ini masih ada ponakannya yang masih tinggal di Palembang,” tutup Syafrudin.

Baca Juga: Densus Tangkap Terduga Teroris Warga Sumsel, Begini Kata Polda Sumsel

Kontributor: Siti Umnah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait