facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hutan Tebing Gajah Dibuka Untuk Tambang Batu Bara, Kawanan Gajah Sumatera "Ngamuk" di Kebun Warga

Tasmalinda Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:01 WIB

Hutan Tebing Gajah Dibuka Untuk Tambang Batu Bara, Kawanan Gajah Sumatera "Ngamuk" di Kebun Warga
Ilustrasi Gajah Sumatera ngamuk di kebun warga. [ANTARA FOTO/Rahmad/foc]

Aksi gajah Sumatera ini diduga karena kawasan hutan di daerah tersebut dibuka karena aktivitas pertambangan batu bara.

SuaraSumsel.id - Kawanan gajah Sumatera merusak sejumlah lahan pertanian hortikultura yang berada di Desa Benakat Minyak, kecamatan Talang Ubi kabupaten Pali Sumatera Selatan. Sejumlah tanaman seperti jagung dan pisang rusak akibat dimasuki kawanan gajah hingga petani mengaku merugi.

Aksi gajah Sumatera ini diduga karena kawasan hutan di daerah tersebut dibuka karena aktivitas pertambangan batu bara. Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Talang Ubi, Darmono Midus.

Dia menduga kawanan gajah terusik akibat aktivitas pembukaan lahan batu bara di wilayah Tebing Gajah. Kawasan tersebut biasanya menjadi tempat bermain dan berhuni Gajah Sumatera, tepatnya di hutan unit 8.

"Sekarang hutan tersebut dibuka oleh PT BSE. Saat ini ada aktivitas PT BSE, perusahaan tambang batu bara yang tengah membuka lahan ratusan hektar di Tebing Gajah Muara Enim. Kami menduga, akibat aktivitas itu, habitat gajah terusik dan merusak lahan pertanian,” ujarnya.

Baca Juga: Cuaca Hari Ini: Sumsel Berawan Dengan Potensi Hujan Sedang

Petani mengungkapkan kawanan gajah yang telah merusak tanaman mereka dengan meninggalkan banyak telapak kaki dan juga kotoran yang berserakan di sekitar ladang petani.

“Tanaman pisang dan jagung serta ubi banyak rusak. Kemungkinan kawanan gajah masuk ladang kami saat malam hari,” ujar Ayik melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Selasa (2/8/2022).

Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, untuk menghindari bentrok fisik antara petani dan gajah, banyak petani tidak menunggu ladangnya hingga malam hari.

“Biasanya dalam satu minggu kami bermalam di ladang, tetapi dengan adanya kejadian ini kami takut tinggal di pondok ladang kami,” ujarnya.

Baca Juga: Mantan Kades di Sumsel Terlibat Mafia Tanah: Tipu Warga Ratusan Juta Dengan Terbitkan SHM Palsu

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait