SuaraSumsel.id - Organisasi kepemudaan islam dan kristen yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nusantara menggugat tempat hiburan Holywings. Gugatan dalam bentuk gugatan class action itu meminta tempat hiburan yang tengah mengalami penutupan sementara ini membayar uang Rp 35,5 triliun.
Gugatan pada Holywings ditujukan pada perusaahaan yang menaunginya,PT Aneka Bintang Gading. Ketua Umum Aliansi Pemuda Nusantara, Pangeran Negara pada akhir pekan lalu mengungkapkan umat Islam dan Kristen mengalami kerugian akibat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Holywings.
Sehingga Aliansi Pemuda Nusantara mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action). Selain materiil, Pangeran menyebutkan perbuatan Holywings menimbulkan kerugian imateriil, sehingga dugaan tindak pidana tidak hanya dituduhkan kepada enam karyawan yang telah berstatus tersangka oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
"Tapi kami juga meminta pihak manajemen dalam hal ini juga para pemegang saham untuk bertanggung jawab juga," tutur Pangeran.
Melansir Suarajakarta.id-jaringan Suara.com, Ia pun menyebutkan jika dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings merupakan kasus pertama di Indonesia yang memiliki nilai keuntungan atau komersil.
Akibat penistaan agama tersebut, Pangeran menegaskan Holywings harus mempertanggungjawabkan secara materiel di hadapan hukum.
"Yang mana uang tersebut akan kami pergunakan untuk membangun rumah ibadah seluruh umat beragama di Indonesia," katanya.
Pangeran mengungkapkan enam karyawan Holywings yang menjadi tersangka merupakan korban sebagai sikap lepas tanggung jawab manajemen perusahaan.
Baca Juga:Sumsel Sepekan: Holywings Palembang Ditutup Dan 4 Berita Menarik Lainnya