facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sosok Habib Kribo: Habib yang "Lawan" HRS dan Hina Bangsa Arab

Tasmalinda Kamis, 13 Januari 2022 | 10:09 WIB

Sosok Habib Kribo: Habib yang "Lawan" HRS dan Hina Bangsa Arab
Habib Kribo [instagram Habib Kribo]

Habib Kribo kini makin terkenal karena berlawanan dengan Habib Rizieq dan Habib Bahar Smith.

SuaraSumsel.id - Habib Kribo belakangan menjadi sosok yang ramai dibicarakan oleh netizen dengan gaya santai dan ceplas ceplos. Sosok ini menjadi figur getol melawan figur melawan (oposisi) seperti Habib Rizieq dan Habib Bahar Smith.

Pria bernama asli Habib Zein Assegaf besar di Surabaya dengan nama belakang Assegaf yang merupakan keturunan dari Hadramaut, Yaman.

Kini Habib Kribo pun muncul di media sosial, dengan akun @assegafzein. Tampak, ia sengaja membagikan foto yang tengah mengenakan topi sinterklas pada saat perayaan Natal.

Sebelumnya, Habib Kribo menyebut bahwa bangsa Arab tidak punya kehormatan.

Baca Juga: Soal Ekspor Batubara Sumsel, Gubernur Herman Deru Bersurat ke Presiden Jokowi

Hal itu sebagai kontra narasi pada pihak yang terus menyerang pernyataan Jenderal Dudung Abdurachman "Tuhan itu bukan orang Arab".

Mantan diplomat Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Anis Prince Dache ingin menyeret Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo ke jalur hukum. 

"Insya Allah saya tidak mau masalah ini jadi fitnah. Gara-gara si Kribo manusia kecil itu malah jadi masalah rakyat Arab dengan Indonesia," tutur Anis Price melalui akun TikTok @princedache, Rabu (12/01/2022). 

Ia juga kemudian mendesak Habib Kribo memberikan permintaan maaf atas pernyataan tersebut. Anis Price sampai mengancam membawa kasus ini ke pengadilan. 

"Jadi kita gak mau ada miskomunikasi antara rakyat arab dan rakyat Indonesia. Makanya permintaan kita untuk si kribo melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara umum kepada warga arab dan umat islam,'' imbuhnya. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca 13 Januari 2022, Sumsel Bakal Hujan di Siang hingga Sore Hari

"Nanti kalau dia masih keras kepala dan tidak mau klarifikasi serta meminta maaf. Jatuhnya proses hukum bukan lewat polda, prosesnya insyaallah lewat Kementerian Luar Negeri di beberapa negara Arab. Nantinya mereka akan proses lewat duta besar yang ada di Indonesia sesuai protokol diplomatik antar negara," tegasnya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait