Disinggung mengenai kolam retensi, Baitullah membenarkan jika kota Palembang masih kekurangan kolam retensi.
"Kapasistas drainase itu punya saluran dan penampungan kolam retensi , untuk penampunagn sementara untuk menunda puncak dari volume genangan air," kata dia.
"Sebelum masuk ke saluran dia ditampung dalam kolam sehingga tidak menjadi puncak dan menyebabkan luapan di sungai dan saluran. Pemerintah kota Palembang sudah mengakui bahwa kolam retensi di kota Palembang memang masih kurang," pungkasnya.
Kontributor: Welly Jasrial Tanjung
Baca Juga:1.200 Anak Sumsel Korban Pandemi COVID-19, Terbanyak di Palembang