Kisah Pencari Harta Karun di Sungai Musi, Harga Jual Puluhan Juta Jadi Daya Tarik

Keberadaan harta di Sungai Musi ini kerap menggiurkan, karena harga jual hingga puluhan juta rupiah.

Tasmalinda
Minggu, 31 Oktober 2021 | 10:37 WIB
Kisah Pencari Harta Karun di Sungai Musi, Harga Jual Puluhan Juta Jadi Daya Tarik
Warga menunjukkan perhiasan emas yang diduga peninggalan masa kerajaan Melayu kuno atau Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

SuaraSumsel.id - Deretan kapal-kapal pencari barang-barang kuno di Sungai Musi terus menjadi sorotan. Setelah media asing mengungkapkan temuan emas kuno yang diprediksi pada masa Sriwijaya membuat, profesi ini kembali diulik.

Selama ini, para pencari benda-benda kuno sengaja menyelam dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai profesi. Benda-benda yang berada di Sungai Musi banyak disebut berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya.

Pernyataan itu pun tidak bisa sepenuhnya disangkal. Karena keberadaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim memang memanfaatkan sungai dan laut menjadi wilayah jelajah, terutama Sungai Musi.

Akan tetapi apakah semua temuan emas tersebut berasal dari massa Sriwijaya, Arkeolog Palembang menyarankan perlu penelitian lanjutan.

Baca Juga:Dirampas Puluhan Tahun, Warga Tanjung Rancing Sumsel Siap Rebut Tanah yang Dikuasai PT TMM

Pengakuan seorang penyelam di Sungai Musi, Wisnu, jika ia sudah 12 tahun terakhir menjadi penyelam yang sengaja mencari harta tersimpan alias harta karun kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi. Hal ini, lebih disebabkan karena temuan tersebut telah ditunggu oleh calon pembeli.

Warga menunjukkan perhiasan emas yang diduga peninggalan masa kerajaan Melayu kuno atau Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Warga menunjukkan perhiasan emas yang diduga peninggalan masa kerajaan Melayu kuno atau Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

" Untuk mendapatkan barang - barang kerjaan sriwijiya , saya harus menyelam ke dasar sungai hingga 35 meter. Sebelum menyelam kami tim penyelam harus melihat arus air dan cuaca dulu kalau cuaca tidak bagus maka kami tidak menyelam karena menyelam harus tergantung arus air juga," katanya kepada Suara.com, Jumat (29/10/2021). 

Dikatakan Wisnu, ia bersama timnya yang terdiri dari tujuh sampai orang biasanya menyelam di dekat Pulau Kemaro. 

Selama menyelam sudah  bermacam - macam barang yang ia temui mulai dari besi - besi tua, keramik porcelen, gerabah, cincin mulai dari emas, perak, kuningan dan tembaga. 

"Kalau porcelen biasanya lihat dari dinastinya, selama ini kebanayakan dapat dari Dinasti Ching, dinasti yang paling muda. Untuk harga jual porcelen ini biasanya Rp200 ribu," kata Wisnu. 

Baca Juga:Kasus Anak Alex Noerdin, KPK Periksa Wakil Bupati Musi Banyuasin di Polda Sumsel

Sedangkan benda lain seperti cincin emas untyk harga jualya yang paling tinggi satu gram dihargai Rp1 juta itu pun melihat motifnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini