Digitalisasi Kolektif Bikin Bisnis Pempek Moncer Meski Pandemi

Digitalisasi kolektif atau bersama-sama akan mendorong iklim usaha seperti makanan khas Pempek moncer meski menghadapi situasi Pandemi COVID-19.

Tasmalinda
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 19:55 WIB
Digitalisasi Kolektif Bikin Bisnis Pempek Moncer Meski Pandemi
Minah memperlihatkan logo pempek buatannya [Suara.com/Tasmalinda]

Tidak hanya itu, warung-warung apung di pinggiran Sungai Musi, bahkan perkantoran atau kedinasan pemerintah saat ada rapat, pun mengambil pempek di kawasan ini.

Karena “dapur-dapur” pempek ini menghadirkan pempek “fresh” dari wajan gorengan dan kuali rebusan. Tentu dengan harga sangat ekonomis.

Minah dibantu keponakannya, Indah dan produsen pempek lainnya dikumpulkan oleh Ketua RT mulai mengikuti program GO-Jek, di kantor kecamatan.

Program mendukung dan menjadi mitra tumbuh kembang pelaku bisnis UMKM di Kota Palembang untuk go digital #MelajuBersamaGojek. Sebuah upaya bangkit bersama dengan pendampingan memudahkan pelaku UMKM memasuki pasar digital.

Baca Juga:Dirampas Puluhan Tahun, Warga Tanjung Rancing Sumsel Siap Rebut Tanah yang Dikuasai PT TMM

Pekerja memasak pempek di dapur Minah [Suara.com/Tasmalinda]
Pekerja memasak pempek di dapur Minah [Suara.com/Tasmalinda]

District Head Gojek Palembang, Sahli Adrian Fauzi menyatakan upaya Gojek mendorong usaha-usaha kecil dan menengah di kota Palembang merupakan langkah berkelanjutan mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

Beberapa dampak go-digital mengakibatkan 96 persen mitra UMKM pertama kali go online saat bergabung GoFood, peningkatan omzet UMKM hingga 30 persen dan 100 persen UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah mitra GoFood.

Selain itu, 87 persen mitra UMKM mengalami kenaikan volume transaksi di atas 10 persen, serta 94 persen respon UMKM mendapat pelanggan baru saat bergabung GoFood.

“Gojek sadar, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Gojek berperan mendukung teman-teman pelaku usaha terus memperoleh akses go-digital, terlebih di masa pandemi, saat masyarakat semakin mengedepankan transaksi nontunai agar dapat meminimalisir kontak fisik langsung,” jelas Sahli medio Mei 2021 lalu.

Setidaknya hal tersebut membuat gegap langkah kaki Minah di pagi hari, masih bertahan dan dapurnya makin ramai pembeli.

Baca Juga:Kasus Anak Alex Noerdin, KPK Periksa Wakil Bupati Musi Banyuasin di Polda Sumsel

Selain kedatangan pembeli yang berangsur pulih, Minah juga dibanjiri pembeli onlinenya. Dikatakan Minah, biasanya pesanan online lebih banyak konsumen akhir.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini