alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tinggalkan Islam Ke Hindu, Ini Prosesi yang Dilalui Sukmawati Soekarnoputri

Tasmalinda Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Tinggalkan Islam Ke Hindu, Ini Prosesi yang Dilalui Sukmawati Soekarnoputri
Sukmawati Soekarnoputri di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (4/4). Sukmawati Soekarnoputri pindah agama hindu.

Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri resmi memeluk agama hindu, setelah pindah dari agama islam.

SuaraSumsel.id - Putri Presiden pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri resmi memeluk agama hindu setelah sebelumnya beragama islam.

Prosesi pindah agama dengan ritual Sudhi Wadani atau pindah sebagai pemeluk Agama Hindu, dilaksanakan hari ini, Selasa (26/10/2021). Prosesi acara pun dijaga oleh pecalang dari Desa Adat Banyualit, Buleleng, Bali

Melansir suarabali.com - jaringan Suara.com, Sukmawati Soekarnoputri menjalani ritual Sudhi Wadani dan metatah atau upacara potong gigi di rumah Ibu Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, di Buleleng, Bali.

Upacara inti Sudhi Wadani yang dijalani Sukmawati Soekarnoputri dilakukan di Merajan (pura) Dadia Pasek BaleagungBuleleng yang disaksikan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Baca Juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Dukung Hadirnya FAMS Sumsel

“Itu [Sudhi Wadani] ring [di] merajan [pura] dan penandatanganan disaksikan upasaksi dari Parisada [Hindu Dharma Indonesia] dan dipuput oleh pinandita-pinandita yang sudah ditujuk panditanya. Selesai Sudhi Wadani, selesai sudah acaranya, kenten [begitu],” kata Panglingsir Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Made Hardika, seperti dilansir Solopos – Jaringan Suara.com, Selasa (26/10/2021).

Sebelumnya Sukmawati Soekarnoputri juga telah mengikuti prosesi pembersihan atau dikenal panglukatan, Minggu (25/10/2021). Setelah itu, dilanjutkan dengan ritual medengen-dengen yang juga bermakna pembersihan.

“Jadi pertama tanggal 25 [Oktober 2021], itu dia harus mengikuti pembersihan dulu, panglukatan. Setelah panglukatan wenten [ada] medengen-dengen dan baru ada [ritual] metatah di Bale Agung [Singaraja] tanggal 26 [Oktober 2021] itu Sudhi Wadani,” jelas Hardika.

“Karena melibatkan masyarakat di sana jadi kami pakai pecalangnya di sana juga, di (Desa Adat) Banyualit,” kata Kelian (Ketua) Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Nyoman Suadnyana Pasek, Senin (25/10/2021).

“Inggih ada prokes. Kami tetap mengedepankan prokes sesuai dengan dudonan [jadwal] acara yang sudah kami buat. Hanya yang berkepentingan saja boleh mengikuti upacara, yang terlibat langsung dengan prosesnya.” ujarnya.

Baca Juga: Istri Dodi Reza Alex Noerdin Diperiksa KPK dan 3 Berita Pilihan di Sumsel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait