alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

KPK Bawa Satu Koper Usai Geledah Kantor Sekretariat IKA Muba

Suhardiman Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:52 WIB

KPK Bawa Satu Koper Usai Geledah Kantor Sekretariat IKA Muba
KPK Geledah Kantor Sekretariat IKA Muba. [sumselupdate.com]

Penyidik menaiki lima mobil dengan membawa satu koper warna biru.

SuaraSumsel.id - Penyidik KPK menggeledah kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba), di Jalan Talang Kerangga, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sabtu (23/10/2021).

Dalam penggeledahan itu, penyidik KPK dikawal anggota Brimob Polda Sumsel. Tampak penyidik KPK terlihat memasuki ruangan di kantor tersebut dan berjalan ke lantai dua.

Sebagian anggota penyidik sempat kembali ke mobil yang ditumpangi KPK untuk mengambil kelengkapan pemeriksaannya.

Melansir sumselupdate.com--jaringan suara.com, pengeledahan dimulai jam 14.00 WIB hingga 15.30 WIB. Penyidik menaiki lima mobil dengan membawa satu koper warna biru.

Baca Juga: Sriwijaya Ranau Gran Fondo Cycling Challenge Dilaksanakan 13 November 2021

Diberitakan, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) enam orang di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021).

Pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, tim KPK juga mengamankan Dodi Reza Alex dan ajudannya di lobi salah satu hotel di Jakarta.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, kedelapan orang yang diamankan itu masing-masing Dodi Reza Alex (DRA) Bupati Muba 2017-2022, Herman Mayori (HM) Kepala Dinas PUPR Muba, Eddi Umari (EU) PPK Dinas PUPR Muba, Suhandy (SUH) swasta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara.

Kemudian, Irfan (IF), Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin, Mursyid (MRD) ajudan bupati, Badruzzaman (BRZ) staf ahli bupati dan Ach Fadly (AF) Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR.

OTT berawal dari informasi yang diterima KPK akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang disiapkan Suhandy. Uang itu nantinya akan diberikan pada Dodi Alex Noerdin melalui Herman Mayori dan Eddi Umari.

Baca Juga: Kadiskop UKM Kaltim Ingatkan Agar Jangan Tergiur Pinjol Ilegal, Bisa Jadi Gurita Utang

Dari data transaksi perbankan diperoleh adanya transfer uang yang diduga berasal dari perusahaan milik milik Suhandy, kepada rekening bank milik salah satu keluarga Eddi Umari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait