alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dituding PKI oleh Gatot Nurmantyo, Letjen TNI Dudung Abdurachman Ajak Tabayun

Tasmalinda Selasa, 28 September 2021 | 14:14 WIB

Dituding PKI oleh Gatot Nurmantyo, Letjen TNI Dudung Abdurachman Ajak Tabayun
Gatot Nurmantyo diajak tabayun oleh Letjen TNI Dudung [YouTube/Karni Ilyas Club]

Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurrachman mengajak Jendral Purn Gatot Nurmantyo tabayun.

SuaraSumsel.id - Belakangan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo menuding jika PKI telah menyusup di tubuh TNI. Hal ini bermula dari Gatot menyoalkan diorama G30S/PKI yang hilang di lingkungan kostrad.

Menurut Dudung, apa yang disampaikan Gatot tidak sesuai dengan faktanya. Dudung pun mengajak Gatot agar tabayun.

Melansir Suara.com, padahal Dudung menyebut kalau diorama tersebut memang sengaja diambil Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution yang pemilik idenya.

"Ttidak benar tudingan bahwa karena patung diorama itu sudah tidak ada, diindikasikan bahwa AD telah disusupi oleh PKI. Itu tudingan yang keji terhadap kami," kata Dudung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad ke Sumsel, Datangi Kampung Irjen Napoleon

Dudung pun meminta agar Gatot klarifikasi terlebih dahulu ketimbang koar-koar di media sosial.

"Seharusnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo selaku senior kami di TNI, terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepada kami, selaku Panglima Kostrad," ujarnya.

"Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa," sambung ia.

Dudung menjelaskan diorama G30S/PKI di Museum Darma Bhakti Kostrad yang tidak ada itu, murni karena keinginan dari Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution

Azmyn meminta memindahkan diorama yang terdiri dari Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) dengan alasannya sendiri.

Baca Juga: Lebih Waspada, Kematian Anak Sumsel akibat Terpapar COVID-19 Tinggi

"Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan," tuturnya.

Mengenai hilangnya diorama G30S PKI dan patung Pahlawan Revolusi di Markas Kostrad disampaikan Gatot Nurmantyo di acara webinar Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita Korps Alumni HMI pada Minggu (26/9/2021) malam.

Sumber: Suara.com

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait