Dewa 19 sendiri juga berusaha mendapatkan atensi dengan kolaborasi bersama musisi lintas usia dan genre berbeda belakangan ini
Dari kolaborasi tersebut, penulis buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya (2019) , melihat Dewa 19 hanya mampu menjual romansa nostalgia untuk mempertahankan eksistensi. Mereka hanya mengandalkan lagu lama dengan aransemen berbeda.
![Ilustrasi Band rock [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/19/65514-ilustrasi-band-rock-pixabay.jpg)
“Di era sekarang ketika genre dan major indie label sudah enggak relevan, yang paling penting itu merebut atensi. Lewat kolaborasi itu kan Dewa berhasil merebut atensi. Mereka juga bikin konser reuni kemudian konten,” kata Idhar.
Ia pun melihat saat ini masih banyak band-band baru yang berkualitas baik di dalam negeri, seperti .feast dan The Panturas.
Baca Juga:Viral Krisdayanti Beberkan Gaji DPR, Segini Penghasilan DPRD Sumsel Perbulan
"Namun memang pendengar mereka tidak sebesar dan tidak bisa disamakan dengan Dewa 19 karena tidak bisa dibandingkan," ujarnya.
Melansir: Digtara.com