alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Intip Puluhan Koleksi Pusaka Dandim Lubuklinggau, Tombak Trisula sampai Alquran Istanbul

Tasmalinda Senin, 30 Agustus 2021 | 16:44 WIB

Intip Puluhan Koleksi Pusaka Dandim Lubuklinggau, Tombak Trisula sampai Alquran Istanbul
Dandim 0406 Kota Lubuklinggau, Letkol Erwinsyah Taupan [Renaldi/Suara.com]

Koleksi Dandim Lubuklinggau, Letkol Erwinsyah Taupan ini beragam. Ada puluhan benda pustaka yang disimpannya, mulai dari tombak pusataka hingga alquran mini.

SuaraSumsel.id - Koleksi benda pustaka milik Dandim 0406 Lubuklinggau, Letkol Erwinsyah ini memang beragam. Kecintaannya pada benda pustaka diibaratkannya mencintai sejarah dan perjuangan bangsa di masa lampau.

Menurut ia, koleksi benda-benda sejarah itu dilakukannya sebagai bentuk kekagamunan akan kearifan dan kekayaan budaya Indonesia, dan dunia.

Ia kini memiliki 51 benda pustaka yang beragam bentuk, mulai dari keris, siwar, parang, pedang, tombak, petaka, Al quran mini istambul pada tahun 1931 hingga, ada gelang gajah berusia sekitar 51 tahun.

Hebatnya lagi, seluruh benda pusaka yang dimilikinya standarisasi dan sertifkasi dari kurator museum serta komunitas atau panguyuban. Setiap benda pusaka dilengkapi keterangan tertulis yang tertata rapi di ruangan kerjanya.

Baca Juga: Waspada, 4 Wilayah di Sumsel Diprakirakan Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

“Ada benda pusaka berupa keris dari era Kerajaan Majapahit, Singosari, Sumsel dan lainnya. Dan paling saya sukai Tombak Trisula, dimana berdasarkan penangguhan dari era Majapahit. Istimewanya tombak ini warangkanya dari kayu jati, dihiasi pakai perak dan diukir, dan dihiasi blue safir, permata dan merah rubi, kinatan pakai mas murni 24 karat ditiga sisi bilah,” bebernya, sambil menunjukan koleksinya, kepada media.

Dari era Kerajaan Majapahit, Erwin mengaku memiliki tiga benda pusaka, yaitu Tombak Trisula, Pataka Wijana Nareswara yang disebut cikal bakal terbentuknya bendera sang saka merah putih dan Pataka Surya Majapahit sebagai simbol kerajaan Majapahit saat itu.

“Saya juga punya keris Palembang era susuan Abdurahman sekitar tahun 1600-1700, estimasinya sekarang sekitar 300 tahunan lebih,” terang ia.

Kemudian ada juga pusaka keris Pukal dari wilayah Semendo, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Biasa keris itu, diturunkan secara turun temurun dari kalangan pesirah atau pembesar di tempat tersebut.

"Sarung keris terbuat dari kayu terembalu, hiasan motifnya khas Sumsel, jejernya dari gading gajah, mendaknya dari perak, jenis kerisnya lurus tanpa pamor,” jelasnya.

Baca Juga: 133.000 Dosis Vaksin Moderna Disiapkan bagi Masyarakat Sumsel

Erwin menunjukkan pusaka sepasang parang Hamantau Bedung dari daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait