Kerap Muncul Kerumunan, Ini Syarat Wajib Gelar Vaksinasi Massal di Palembang

Sebuah lembaga bisa bekerjsama dengan Dinas Kesehatan, guna menjadi centra vaksinasi atau vaksinasi massal, namun harus memenuhi syarat yang ditetapkan.

Tasmalinda
Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:05 WIB
Kerap Muncul Kerumunan, Ini Syarat Wajib Gelar Vaksinasi Massal di Palembang
Vaksinasi COVID 19 di Palembang [Fitria/Suara.com] Kerap Muncul Kerumunan, Ini Syarat Wajib Gelar Vaksinasi Massal di Palembang

Dikatakan Mirza, Pendaftaran terbaik itu dilakukan secara online, jadi peserta yang bisa disuntik vaksin COVID 19 ialah yang sudah mendapatkan sms/whatsApp blas dari pihak penyelenggara.

“Misalnya peserta 1.000 pertama dari pukul sekian sehingga tidak terjadi penumpukan. Jaringan wifi akan membantu pihak IT penyelenggara.” terang ia.

Selanjutnya juga seandainya kuota  sudah penuh dapat langsung dikabarkan, jika sudah tidak bisa melayani peserta lagi.

Suasana vaksin COVID 19 di Palembang [Fitria/Suara.com]
Suasana vaksin COVID 19 di Palembang [Fitria/Suara.com]

3. Bertanggung jawab atas kerumunan dan mengatur prokes

Baca Juga:Selama PPKM Palembang Level 4, Ini Jam Operasional LRT Sumsel

Lebih lanjut, Mirza juga menekankan jika Dinkes tidak bertanggung jawab mengatur prokes dan kerumuman. Dinas kesehatan hanya bertindak sebagai vaksinator.

Sehingga pihak penyelenggara vaksinasi yang harus mengatasi prokes dan keamanan, dan bisa juga menghubungi aparat terkait untuk penjagaan.

“Dinkes mengantisipasi dan memperingatkan bahwa tidak ingin ada kerumuman, bagaimana pengaturannya kami serahkan ke penyelenggara,”lanjut ia.

4. Vaksin disalurkan gratis

Dari tiga syarat tersebut yang terpenting, sambung Mirza, vaksinasi harus sampai ke masyarakat tanpa dipungut biaya. “Kami memberikan vaksin kepada centra secara gratis begitupun sampai ke peserta vaksinasi,”jelasnya

Baca Juga:Pasien COVID 19 Sumsel Sembuh Meningkat, Keterisian RS Menurun

Sejauh ini Dinkes telah mengalokasikan vaksin berbagai lembaga. Adapun stok vaksin di Dinkes Palembang, tidak hanya 10.000 dosis pertama. Pada minggu ke empat nanti, dapat dialokasikan vaksin baru sebanyal 16.000 vaksinasi jenis sinovac dan moderma.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini