Ia bermodalkan meja kecil dengan pajangan beberapa ponsel baru dan sudah dipakai di lapaknya. Karena dipinggir jalan, Halim memilih untuk menemani sang istri berjualan dari pukul 10.00 pagi sampai jam 5 petang.
Dua lapak jual beli ponsel di dalam Gedung IP Mal milik istrinya harus ditutup seiring larangan operasional Mal, seorang karyawannya juga terpaksa diberhentikan.
“Kalau kita jadi PNS enak, di rumah aja ngapain di sini (di lapak) panas-panasan, kadangan hujan. Tapi sekarang di sinilah sumber penghasilan,” katanya langsung menghela napas panjang.
![Suasana mal Internasional Plaza ditutup [Fitria/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/24/77678-suasana-mal-internasional-plaza-ditutup-fitriasuaracom.jpg)
Bertahan di tengah himpitan ekonomi, Halim dan istrinya akhirnya pasrah dan harus tetap beryukur. Ada seorang gadis yang masih SMP yang harus dipenuhi kebutuhannya, belum lagi biaya hidup yang tidak murah.
Baca Juga:Pasien COVID 19 Sumsel Sembuh Meningkat, Keterisian RS Menurun
“Sekarang sehari dapat Rp100 ribu - Rp200 ribu syukur, setidaknya uang makan sudah bisa dipenuhi hari itu.” akunya.
Menurut keterangannya, bantuan sosial dari pemerintah tak pernah datang ke rumah Halim. Yang ia tau justru bantuan tersebut singgah di tangan orang-orang yang bisa disebut memiliki harta.
Namun setidaknya, bantuan subisdi pembayaran atau penangguhan cicilan cukup meringankan beban di kala Pandemi yang mencekik.
“Bayar rumah kan rumah kredit, anak sekolah online kuota tidak berhenti-henti, SPP nya tetap di bayar padahal sekolah dari rumah, belum biaya lainnya,”terang ia diiringi tawa kecil.
Sesekali Halim menyapa orang yang lewat lapaknya, ia tawarkan dengan ramah berharap ada yang singgah. “Cari Ponsel apa mbak, mampir dulu,” katanya sambil menjukkan ponsel dagangannya. Satu, dua orang yang lewat terlihat tak memberi respon atau sebagian hanya melambaikan tangan tanda menolak.
Baca Juga:Ekspor Karet Sumsel Kian Menanjak, Meski Pandemi COVID 19
“Dulu enak fotografer masih ada saja pekerjaan, namun sejak PPKM level 4 semua menjerit,” pungkasnya.