facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mentan Siapkan Sumsel Jadi Penghasil Tanaman Porang yang Kuasai Pasar Dunia

Denada S Putri Minggu, 15 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Mentan Siapkan Sumsel Jadi Penghasil Tanaman Porang yang Kuasai Pasar Dunia
Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani saat memberikan keterangan pers usai seremoni pelepasan merdeka ekspor komoditi pertanian secara serentak beserta 17 provinsi pintu ekspor di Pelabuhan Boom Baru Palembang. [ANTARA]

Komoditas tanaman Porang saat ini sedang digandrungi masyarakat global khususnya Asia Pasifik dan Eropa dan bernilai ekonomi tinggi.

SuaraSumsel.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo siapkan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu daerah penghasil tanaman Porang hingga bisa menembus pasar dunia.

Insiasi tersebut, menurutnya, sebagai respons dari keinginan Sumsel yang memproyeksikan 10 ribu hektare (Ha) lahan pertanian untuk mulai membudidayakan tanaman Porang.

“Tentu kami mendukung (budidaya) yang mulai dikembangkan itu, bahkan bukan hanya berbentuk tanaman saja tapi juga bisa memproduksi menjadi bentuk olahan pangan,” katanya dikutip dari ANTARA, Minggu (15/8/2021).

Komoditas tanaman Porang saat ini sedang digandrungi masyarakat global khususnya Asia Pasifik dan Eropa dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Diresmikan Jokowi dalam Waktu Dekat, Mentan SYL Tinjau Pengolahan Porang di Madiun

Nilai jual tanaman umbi-umbian dalam spesies Amorphophallus Muelleri Blume tersebut tergolong tinggi dibanding tanaman umbi lainnya, apalagi sudah berbentuk olahan jadi seperti beras ataupun tepung bisa mencapai Rp 240 ribu per kilogramnya.

“Kita sama-sama membuka jalan, khusus untuk Sumsel, budidaya Porang akan kita seriusi ke depan,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Sabtu, mengatakan beberapa daerah disiapkan untuk membudidayakan tanaman tersebut seperti Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Prabumulih.

“Semua orang (petani) sudah mulai menanam Porang, dengan ada sambutan dari pemerintah itu menumbuhkan kepercayaan petani bahwa Porang memberikan prospek yang baik ke depan,” katanya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani, mengatakan budidaya tanaman Porang sudah mereka mulai sejak April 2021 sebab melihat prospek ekonomi yang ditawarkan dari penjualan tanaman tersebut sangat baik.

Baca Juga: Cegah Penyelewengan Keuangan, Mentan Minta BPK Kawal Anggaran di Kementeriannya

Dari aspek ketersediaan lahan dan permodalan sudah mereka rencanakan secara maksimal untuk mendukung petani-petani mengembangkan budidaya tanaman Porang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait