Amarta Talks: Perempuan dan Kembali Merdeka saat Patah Hati

Topik pembahasan patah hati memang menarik dibahas. Perempuan-perempuan di Palembang Sumatera Selatan ini pun membahas bagaimana menjadi merdeka saat patah hati.

Tasmalinda
Minggu, 15 Agustus 2021 | 14:33 WIB
Amarta Talks: Perempuan dan Kembali Merdeka saat Patah Hati
Bedah Buku Evolusi Patah Hati [Tasmalinda/Suara.com]

SuaraSumsel.id - Patah hati memang jadi pembahasan yang selalu menarik. Ibarat bermimpi, tapi belum tercapai. Retak di perjalanan dan berujung sakit hati.

Obrolan mengenai patah hati ini dibahas dalam bedah buku Evolusi Patah Hati A Jurney from tears to happiness, yang ditulis oleh Lely Mela Sari.

Dalam momen Amarta Talks, yakni komunitas perempuan di Palembang berbicara, penulis buku Evolusi Patah Hati membagikan kisah bagaimana ia menjalani sebuah proses kehilangan untuk belajar melepaskan dengan ikhlas dan memaafkan. 

"Berusaha memahami definisi kehilangan dan apa yang menjadi kebahagian sesungguhnya," ujarnya, Sabtu (15/8/2021).

Baca Juga:Sumsel Disiapkan Jadi Produsen Tanaman Porang

Memahami kehilangan atau lebih dikenal patah hati memang tidak mudah. Apalagi, sambung Lely, ada stigma-stigma sosial yang muncul tertuju kepada perempuan.

Misalnya, kehilangan saat pernikahan yang belum berlangsung lama. Stigma kegagalan pernikahan muda, lebih banyak terarah kepada perempuan.

"Misalnya dianggap selingkuh duluan, tidak bisa menjaga keharmonisan, atau hal-hal buruk lainnya yang langsung tertuju pada perempuannya," ujar ia.

Hal-hal tersebut yang cendrung membuat perempuan akhirnya lebih merasa jatuh. Situasi sosial yang kurang mendukung pada stigma-stigma perempuan memberi tekanan yang lebih berat.

"Belum lagi misalnya perempuan tersebut hidup di kota besar, rencana pernikahan yang kembali gagal dan lainnya. Perempuan cendrung lebih merasa terbeban," ungkap Ayi.

Baca Juga:Medio Agustus, Baru 1 Juta Warga Sumsel Divaksin Dosis Pertama COVID 19

Keberadaan stigma sosial ini pun diakui membuat perempuan harus bisa lebih kuat. Patah hati harus diselesaikan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini