Ekonomi Syariah di Sumsel Lebih Tangguh saat Pandemi COVID 19

Perkembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan dinilai lebih tangguh dan bertahan di situasi pandemi COVID 19 ini

Tasmalinda
Sabtu, 24 Juli 2021 | 10:44 WIB
Ekonomi Syariah di Sumsel Lebih Tangguh saat Pandemi COVID 19
Pembukaan Syariah Festival Sriwijaya Sumsel 2021 [dok.BI] Ekonomi Syariah di Sumsel Lebih Tangguh saat Pandemi COVID 19

Bank Indonesia pun mencatat pada bulan Juni 2021, pembiayaan syariah di Sumsel memiliki market share 8,48 persen yakni senilai Rp10,60 triliun dibandingkan total pembiayaan perbankan mencapai Rp125,16 triliun.

Jumlah pangsa pembiayaan syariah dibandingkan dari bulan Juni 2020 mengalami kenaikan 7,80 persen.

Total aset perbankan syariah pada bulan Juni 2021 memiliki pangsa sebesar 8,89 persen atau senilai Rp8,22 triliun dibandingkan dengan total aset perbankan di Sumatera Selatan sebesar Rp92,51 triliun.

Pemaparan keuangan dan pembiayaan syariah OJK [istimewa]
Pemaparan keuangan dan pembiayaan syariah OJK [istimewa]

Total aset perbankan syariah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2020 yang tercatat sebesar 8,04% dibandingkan dengan total aset perbankan.

Baca Juga:Sepekan Terakhir, Stok Vaksin COVID 19 Sumsel Kosong

Aset perbankan syariah pada Juni 2021 secara komposisi terdiri atas tabungan sebesar Rp3,95 triliun, deposito Rp3,7 triliun dan giro sebesar Rp568 miliar. 
 
"BI berperan meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah secara nasional dan global dan diperlukan peran aktif semua pihak, baik pembuat kebijakan, pelaku ekonomi maupun dunia pendidikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan telah melaksanakan beberapa program kerja guna pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujar Kepala Bank Indonesia perwakilan Sumatera Selatan, Hari Widodo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini