alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tabung Oksigen Mulai Terbatas di Palembang, Harga Oksigen Mulai Naik

Tasmalinda Rabu, 07 Juli 2021 | 17:20 WIB

Tabung Oksigen Mulai Terbatas di Palembang, Harga Oksigen Mulai Naik
Pengisian tabung oksigen di Palembang [instagram] Tabung Oksigen Mulai Terbatas di Palembang, Harga Oksigen Mulai Naik

Ketersediaan tabung oksigen di Palembang, Sumatera Selatan mulai dilaporkan terbatas, harganya pun mulai naik.

SuaraSumsel.id - Ketersediaan tabung oksigen yang dijual di pusat alat kesehatan di kota Palembang mulai terbatas. Dua hari ini, tabung oksigen dilaporkan kosong oleh penjual di kawasan jalan Sudirman Palembang, Sumatera Selatan.

Ketersediaan tabung oksigen lebih banyak yang berukuran dua kubik atau 2.000 liter. Sedangkan harganya juga mulai naik.

Hal ini diakui Pemilik Pusat Alkes Global Medika, Herman.

Ia mengakui, sebelumnya ketersediaan tabung oksigen kosong, ia dapat menjual lima hingga 10 unit tabung oksigen. Untuk harganya, dijual di harga Rp 2.000.000 untuk tabung dua kubik.

Baca Juga: Lepas Pakaian di Jalan Raya, Wanita di Palembang Dititipkan ke Dinsos

"Kosongnya ketersediaan tabung oksigen akibat imbas dari banyaknya kebutuhan di pulau Jawa. Saat ini, sudah mulai naik 100 persen dari harga biasanya," jelasnya kepada suarasumsel.id Rabu (7/7/21).

Diakuinya, peningkatan pembelian tabung oksigen di pusat alat kesehatan disebabkan para pasien yang menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumah.

Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di toko Alat Kesehatan (Alkes) Amifa Medika Palembang, Sumatera [ANTARA]
Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di toko Alat Kesehatan (Alkes) Amifa Medika Palembang, Sumatera [ANTARA]

"Saat ini pusat alat kesehatan hanya menyediakan isi ulang. Dan belum dapet memastikan stok tabung oksigen. Sepekan ini sudah langka," terang ia.

Namun Herman mengungkapkan, kalau harga oksigen di Sumatera Selatan masih tidak begitu mengkhawatirkan ketimbang di Jakarta dan wilayah di Pulau Jawa lainnya.

"Harga tabung oksigen tidak terlalu mahal dari pada di Jakarta. Karena keluarga saya di sana membeli oksigen satu kubik atau 1.000 liter mencapai Rp 4.000.000 rupiah, kalau biasa hanya Rp. 1,200.00,' pungkasnya.

Baca Juga: Belajar Tatap Muka Dibatalkan, Orang Tua di Palembang Beri Dukungan

Kontributor: Andika

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait