“Pojok Kebon sudah mulai dikenal perlahan, paling jauh sudah ada yang datang dari Plaju, Mata Merah dan lain-lain,” katanya.
![Terapi kaki dengan ikan-ikan jelang berbuka puasa [Fitria/suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/24/49895-terapi-kaki-dengan-ikan-ikan-jelang-berbuka-puasa-fitriasuaracom.jpg)
Sudah selesai melakukan terapi, pengunjung juga bisa memancing di kolam pemancingan yang masih berada di kawasan Pojok Kebon. Untuk satu kilogram ikan yang diperoleh dari hasil pancing dihargai Rp 25.000. Ikan yang sudah dipancing pun boleh langsung dibakar oleh pengunjung untuk menu berbuka puasa.
“Kita tidak seperti restoran, jadi kalau pengunjung mau bakar ikan kita siapkan peralatannya saja dan mereka boleh bakar sendiri,” ungkapnya.
Agustria memang meng-konsep tempat usahanya ini sebagai tempat berkumpul bersama keluarga, komunitas maupun bersama kawan-kawan. Pojok Kebon Mulai beroperasi pada pukul 10.00 pagi dan melayani pengunjung hingga larut malam pada setiap harinya.
Baca Juga:Melihat Al Quran Raksasa di Palembang
“Karena konsepnya tempat berkumpul jadi kita tutup sampai jam berapa saja, apalagi terkadang masih ada yang mau mancing,” pungkasnya.
Kontributor: Fitria.