Meski Sudah Divaksin Sinovac, Profesor Unsri Ini Ingin Divaksin Merah Putih

Prof dari Universitas Sriwijaya atau Unsri ini mengatakan alasannya mengapa tetap ingin disuntik vaksin merah putih.

Tasmalinda
Kamis, 04 Februari 2021 | 18:44 WIB
Meski Sudah Divaksin Sinovac, Profesor Unsri Ini Ingin Divaksin Merah Putih
Ahli Mikrobiologi Unsri Prof Yuwono [Tasmalinda/suara.com] Profesor dari Unsri ini bersedia kembali divaksin, yakni vaksin merah putih.

Untuk vaksin merah putih tentu akan memiliki efektivitas lebih tinggi.  Jika pun vaksin merah putih memang benar-benar diproduksi maka tidak ada masalah jika ingin divaksin ulang.

"Why not (mengapa tidak,red). Lagian, setelah divaksin sinovac sudah lebih dari satu tahun dari sekarang. Itu pun jika benar-benar, vaksin merah putih jadi diproduksi. Jika benar diproduksi Indonesia ya," ungkapnya.

Prof Yu juga mengungkapkan alasannya yang telah bersedia divaksin sinovac.

Menurut dia, kepatuhan untuk divaksin tersebut ialah contoh bagi jajaran di rumah sakit dan pihak lainnya.

Baca Juga:Isu Kudeta AHY, DPD Partai Demokrat Sumsel: Baru Tahu Ada Kader Ikut

"Saya bersikap untuk kepentingan orang banyak. Karena staf yang saya pimpin hampir 315 yang turut berjuang melawan virus di rumah sakit. Jadi tidak mungkin, saya tidak disuntik karena itu akan menjadi contoh bagi yang ratusan itu," ungkap dia.

Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Sebelumnya, Prof Yu mengungkapkan sempat merasakan alergi setelah divaksin Sinovac. Namun alergi muncul setelah divaksin memiliki klasfikasi.

Diterang ia, jika vaksin, obat atau zat apapun yang dimasukkan ke tubuh pada hakikkatnya adalah alergen.

Alegen ini diartikan bisa menimbulkan alergi.

"Setelah disuntik kemarin saya merasakan gatal dan sedikit nyeri di lokasi penyuntikkan. Kemudian, muncul rasa keram otor di sekitar lokasi penyuntikkan beberapa jam. Badan rasa hangat atau subfebris dan perut rasa tidak nyaman, denyut nadi meningkat," ujarnya dalam ulasan yang ditulis pada media sosialnya, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga:Dua Nakes di Sumsel Muntah dan Kejang Usai Divaksin Sinovac Covid 19

Hal tersebut ialah reaksi alergi yang ringan terhadap vaksin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini