“Awalnya bertanya apa benar Kades Jermun Pampangan OKI, saya jawab iya. Kemudian ia menyebut beberapa nama warga yang saya kenal dan mengatakan bahwa dia (Musir), warga Jermun sekarang di Tanjung Balai,” cerita Abus.
Musir, kata Abus banyak menanyakan tetang keadaan di desa dan mengungkap kerinduannya pada kampung halaman.
Bahkan sebelumnya Musir yang sempat jatuh sakit dan akhirnya bergegas sembuh setelah mendengar kabar dari tanah kelahirannya.
Di masa Pandemi Covid-19 ini beberapa kali dia ingin mudik namun terhalang pandemi, hingga akhirnya dapat pulang dengan mengajak anak dan menantunya.
Baca Juga:Sumsel Didorong Kembangkan Potensi Wisata Religi, Ini Alasannya
Baju Setelan yang Tidak Pernah Terpakai
Sebelum merantau dulu cerita Abus, Musir pernah minta dijahitkan baju setelan. Belum selesai jahitan Musir telah pergi meninggalkan dusun.
Oleh keluarganya, baju tersebut disimpan rapi, dibungkus plastik, ditaruh dalam lemari.
Saat dia pulang, Minggu lalu baju tersebut kembali diperlihatkan oleh keluarganya. Kakek yang rentak itu pun tak kuat menahan air matanya.
Di usianya yang senja, Musir bersyukur masih diberi kesempatan menginjakkan kakinya ke tanah kelahiran.
Baca Juga:Palembang Dilanda Hujan, Ini Daerah Sumsel Diprakirakan Diguyur Hujan
Jika pun, dia harus pulang dalam arti sebenarnya ia merasa ikhlas karena sudah bisa pulang setelah perjalanan yang panjang.