facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemilihan Presiden Ditunda, Peluang Barcelona Pertahankan Messi Makin Tipis

Syaiful Rachman Rabu, 20 Januari 2021 | 21:12 WIB

Pemilihan Presiden Ditunda, Peluang Barcelona Pertahankan Messi Makin Tipis
Pemain Barcelona Lionel Messi meninggalkan lapangan setelah mendapat kartu merah di final Piala Super Spanyol yang digelar Senin (18/1/2021), di Estadio de La Cartuja. [AFP]

Selama Januari 2021 Messi bebas berkomunikasi dengan klub lain.

SuaraSumsel.id - Peluang Barcelona untuk mempertahankan pemain bintang Lionel Messi kian menipis menyusul dibatalkannya pemilihan presiden baru Barcelona FC.

Pemilihan presiden baru Barcelona menjadi bahan perdebatan sengit di Catalonia saat ini, karena hal itu berhubungan dengan masa depan sang megabintang Lionel Messi.

Sebagaimana diketahui, pemilihan yang rencananya digelar pada 24 Januari 2021 dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Penyebaran COVID-19 disebut-sebut menjadi faktor utama penundaan tersebut. Akan tetapi salah satu capres, Joan Laporta meragukan hal itu.

Baca Juga: Egy Maulana Vikri Cetak Gol Debut, Kapten Lechia Gdansk: Messi!

Gestur megabintang Barcelona, Lionel Messi pada laga Piala Super Spanyol kontra Athletic Bilbao di Estadio de La Cartuja, Sevilla, Senin (18/1/2021). [CRISTINA QUICLER / AFP]
Gestur megabintang Barcelona, Lionel Messi pada laga Piala Super Spanyol kontra Athletic Bilbao di Estadio de La Cartuja, Sevilla, Senin (18/1/2021). [CRISTINA QUICLER / AFP]

Laporta mengatakan penundaan seperti itu sepenuhnya merugikan harapan Los Cules untuk mempertahankan Lionel Messi di klub.

Messi tidak akan menandatangani kontrak kembali dengan klub, dan ada harapan bahwa dewan baru akan ada sebelum akhir Januari, namun itu menjadi tidak mungkin mengingat masalah COVID-19 yang sedang berlangsung sehubungan dengan penjadwalan pemungutan suara.

Juga harus diingat bahwa mulai 1 Januari, Messi secara hukum diizinkan untuk membahas persyaratan dengan klub lain bahkan berhak menerima pinangan klub lain dengan status bebas transfer pada akhir Juni 2021.

Dengan kata lain, ditundanya pemilihan sama saja berarti Barcelona menutup pintu bagi Messi.

Baru-baru ini, Direktur Olahraga PSG, Leonardo, secara terbuka mengakui minat raksasa Paris itu kepada Messi. Hal itu tentunya membuat Laporta semakin prihatin mengingat mereka masih sangat membutuhkan Messi.

Baca Juga: Frustrasi Jadi Anak Buah Zidane, Martin Odegaard Minta Dilepas Real Madrid

"Penundaan pemilu membahayakan kemungkinan pembaruan (kontrak) Messi," jelas Laporta dalam wawancara dengan Radio Catalunya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait