Mogok Tiga Hari, Pedagang Tahu Tempe Palembang Kembali Berjualan

Setelah tiga hari mojok berjualan sebagai bentuk moho

Tasmalinda
Kamis, 14 Januari 2021 | 15:29 WIB
Mogok Tiga Hari, Pedagang Tahu Tempe Palembang Kembali Berjualan
Pekerja mengangkat olahan tahu di Pabrik Pembuatan Tahu, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung] Pedagang di Palembang kembali berjualan.

SuaraSumsel.id - Setelah tiga hari mogok berjualan karena harga kedalai yang tinggi, hari ini pedagang tahu dan tempe di Palembang, Sumatera Selatan kembali berjualan.

Para pedagang mogok karena harga kedelai mencapai Rp 9.300 per kilogram.

Yitno, salah seorang pedagang tempe di Pasar Perumnas Palembang, mengatakan sejumlah pedagang memutuskan tidak berjualan selama tiga hari terakhir karena harga kedelai tinggi.

“Ada naik Rp2.500 per kilogram, jadi kami pilih mogok jualan dulu dengan harapan harga turun, tapi ternyata harga tetap saja sama masih tinggi,” kata Yitno dilansir ANTARA.

Baca Juga:Ini Makna Jersey PS Palembang, Dikenalkan Usai Klub 10 Tahun Vakum

Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat dirinya terpaksa menaikkan harga jual hingga Rp1.000 per potong.

Dari sisi pembeli tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Walau demikian, keuntungan sebagai pedagang tetap berkurang. “Tidak bisa terlalu mahal, ini biasa jual Rp4.000 per potong ditambahi jadi Rp5.000 per potong,” kata dia.

Rudi, pedagang tempe di Pasar Lemabang Palembang juga membenarkan hal tersebut.

Sejak tiga hari lalu ia tidak berjualan tempe, dan baru berjualan lagi hari ini.

Baca Juga:Resep Pindang Iga Khas Palembang, Makyus Saat Cuaca Mendung

“Ini tempenya masih baru semua, karena baru buat hari ini,” kata dia.

Rudi dan sejumlah pedagang lain mendapatkan informasi dari pengelola koperasi bahwa harga kedelai akan bergerak naik lagi yang diperkirakan bakal tembus Rp10.000/kg.

Ayu, salah seorang pembeli di Pasar Perumnas mengatakan dirinya dalam beberapa hari terakhir tidak menjumpai tempe dan tahu di pasar.

“Bahkan di warung pun tak ada, saya baru tahu kalauada mogok. Ini harga sudah naik, ya tidak masalah baru naik Rp1.000 per potong,” kata Ayu.

Pekerja mengangkat olahan tahu di Pabrik Pembuatan Tahu, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pekerja mengangkat olahan tahu di Pabrik Pembuatan Tahu, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Paguyuban Pengusaha Tempe di Palembang sepakat melakukan aksi mogok produksi dan jualan tempe sejak 11 Januari 2021 menanggapi harga kedelai yang meningkat pesat tanpa terkendali, dan membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tempe terus merugi.

Mogok berjualan tempe juga pernah terjadi pada 2003, 2008 dan terakhir pada 2011  lantaran pemerintah menyerahkan impor kedelai ke pasar bebas, sehingga harga menjadi tak stabil (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak