Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati mengatakan, guna mengantisipasi kekurangan maka dilakukan penambahan logistik.
"Berdasarkan pengalaman Pemilu sebelumnya, umumnya ada dua persoalan dihadapi warga saat berada di TPS. Pertama, orang yang termasuk daftar pemilih tetap (DPT) namun belum mendapat undangan memilih dari RT setempat, dan warga tidak terdaftar di DPT dan tidak mendapatkan undangan pemilihan.
"Karena itu diantisipasi," pungkasnya.
Baca Juga:Bawaslu Kewalahan, Keluhkan 2 Ton Sampah APK Paslon Pilkada Surabaya