Inilah Sosok Bocah SD di Sumsel, Pembuat Puisi "Sepedah, Ikan dan Batubara"

Septi menceritakan keseharian sebenarnya sama seperti kebanyakan anak lainnya suka bermain.

Eko Faizin
Sabtu, 05 Desember 2020 | 15:48 WIB
Inilah Sosok Bocah SD di Sumsel, Pembuat Puisi "Sepedah, Ikan dan Batubara"
Wahyu Hendrawan anak SD pembuat Puisi "Sepedah, Ikan dan Batubara". [Suara.com/Muhammad Moeslim]

SuaraSumsel.id - Inilah sosok Wahyu Hendrawan (9), bocah SD yang viral usai membuat karya puisi yang dinilai syarat kritik kepada pemerintah. Wahyu merupakan murid SDN 204 di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Wahyu Hendrawan anak tunggal ayahnya bernama Zulhendra (41) pekerjaan sopir truk dan ibunya Septi Indah Lestari (34) tidak bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa.

Penulis puisi berjudul "Sepedah, Ikan, dan Batubara" itu ditemui SuaraSumsel.id di SDN 204 sifatnya memang sedikit beda dari anak umur 9 tahun lainnya.

Saat bertemu Wahyu ditemani Ibunya terlihat sangat tegang dan banyak diam. Bahkan dia sempat menangis dipelukan ibunya. Lalu Septi Indah Lestari (34) mengatakan, anaknya memang tidak mau berkomunikasi dengan orang yang baru dikenalnya.

"Maaf dia tidak mau ngomong memang seperti ini. Kalau mau nanya ke saya saja," kata ibunda Wahyu kepada SuaraSumsel.id, Sabtu (5/12/2020).

Septi menceritakan keseharian sebenarnya sama seperti kebanyakan anak lainnya suka bermain. Setiap pukul 06.00 WIB memancing ikan didekat rumah sampai pukul 08.00 WIB selanjut mengerjakan tugas sekolah. Lalu pukul 09.00 WIB dia kembali bermain bersama temannya.

"Jam 1 siang dia pulang makan, keluar rumah lagi jam 4 sebelum magrib pulang salat di masjid," tuturnya mencerminkan keseharian anaknya.

Soal puisi Sepedah, Ikan dan Batubara, Septi sejujurnya tidak mengetahuinya. Namun memang anaknya terinspirasi dari televisi melihat Presiden RI Jokowi Widodo membagikan sepeda.

SuaraSumsel.id bertanya kenapa dengan sepeda pemberian itu? Wahyu spontan langsung menjawab dia mau sepeda itu.

"Saya juga mau dikasih sepeda. Bannya aja pecah sepeda juga rusak," kata Wahyu menjawab tapi dia membisikkan kepada sang ibu.

Inspirasi lain dari puisi itu ternyata benar Wahyu juga suka memancing tetapi ikan sudah mulai berkurang. Namun Septi tidak mengerti juga karena dampak apa. Daerah rumah dikelilingi gambut juga kerap terjadi kebakaran membuat ekosistem ikan tidak lagi berkembang.

"Dia juga pernah bilang ikan tempat dia memancing sudah sedikit. Kami kan tinggal di daerah rawa-rawa. Biasanya banyak ikan seluang, betok, gabus disana," ucapnya lagi.

Nah soal keaslian puisi apakah Wahyu yang murni membuatnya. Dia juga tidak tau persis dua bulan lalu Pakde Wahyu mendaftarkan anaknya ikut lomba puisi.

"Membuat itu Wahyu Pakdenya membantu. Namanya Rizal Ansory dia kakak kandung saya kerjaannya sehari hari buruh harian lepas. Saya juga terkejut tiba-tiba katanya viral dan menang," ujarnya.

Kontributor : Muhammad Moeslim

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini