Kerap Alami Karhutla, Sumsel Jadikan Karhutla Kurikulum di Sekolah

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan masuk sebagai kurikulum pendidikan di sekolah di Sumatera Selatan.

Tasmalinda
Selasa, 01 Desember 2020 | 13:18 WIB
Kerap Alami Karhutla, Sumsel Jadikan Karhutla Kurikulum di Sekolah
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (14/9).
Helikopter waterbombing parkir di Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang yang bersebelahan dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (16/9/2019). (Antara)
Helikopter waterbombing parkir di Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang yang bersebelahan dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (16/9/2019). (Antara)

Fokus utama dalam muatan lokal tersebut, katanya, menanamkan pola pikir bahwa kebakaran itu merugikan.

Selanjutnya, katanya, ditanamkan pola berpikir warga untuk menjaga lingkungan dan persuasif dalam mengajak orang tua agar lebih bijak mengelola lahan.

Ia menyebut muatan lokal pencegahan karhutla telah diterapkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, sedangkan di Sumsel pernah dibuat pada 1998, namun tidak dilanjutkan karena pergantian kurikulum.

"Saat ini Pemprov Sumsel ingin menyuntikkan kembali muatan lokal itu, kami dapat membantu karena KLHK punya Manggala Agni yang bisa menstimulus formulasinya ke guru-guru, lalu baru diajarkan ke murid," kata dia.

Baca Juga:Ladang Ganja Berjarak 200 Meter dari Jalan Ditemukan, Polisi Buru Tuannya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini