Pesan Menohok Buya Syafii soal Mendewakan Keturunan Nabi

Tokoh Muhammadiyah ini mengatakan bahwa mendewakan keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual.

Farah Nabilla | Hernawan
Minggu, 22 November 2020 | 13:34 WIB
Pesan Menohok Buya Syafii soal Mendewakan Keturunan Nabi
Buya Syafii Maarif, menjadi pembicara kunci dalam Seminar dan lokakarya "Indonesia di persimpangan, Negara Pancasila vs Negara Agama" di Jakarta, Sabtu (8/4/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

SuaraSumsel.id - Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau yang akarab disapa Buya Syafii Maarif mengatakan bahwa sikap mendewa-dewakan orang yang mengaku keturunan Nabi adalah sebuah bentuk perbudakan spiritual.

Ia pun mengungkit pesan Soekarno yang telah mengkritik keras sikap tersebut sejak puluhan tahun silam.

Buya Syafii Maarif mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam memandang mereka yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.

Pasalnya, menurut Buya Syafii Maarif mendewa-dewakan mereka sejatinya merupakan bentuk perbudakan spiritual.

Baca Juga:Rizieq Tolak Tes Corona, FPI: Gila, Orang Baik-baik Saja Dicari Kesalahan

"Bagi saya, mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual," ungkapnya via akun Twitter @SerambiBuya, Sabtu (21/11/2020).

Cuitan Buya Syafii Maarif Sebut Mendewakan Keturunan Nabi adalah Perbudakan Spiritual (Twitter/SerambiBuya).
Cuitan Buya Syafii Maarif Sebut Mendewakan Keturunan Nabi adalah Perbudakan Spiritual (Twitter/SerambiBuya).

Lebih lanjut, dalam cuitannya Buya Syafii Maarif menyertakan ide Presiden Pertama RI, IR. Soekarno.

Buya Syafii Maarif mengatakan, Bung Karno dulu pernah melontarkan protes keras terhadap gejala perbudakan spiritual selayaknya apa yang terjadi di masa sekarang dengan adanya fanatisme berlebihan terhadap sosok habib.

"Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini," imbuh dia.

Terpantau sampai Minggu (22/11/2020) siang, cuitan Buya Syafii Maarif telah mendapat ratusan retweets dan ribuan suka dari para pengguna Twittter.

Baca Juga:Dalih Istirahat, Rizieq Tak Mau Temui Langsung TNI dan Polisi di Rumahnya

Perlu diketahui, pembahasan perihal habib kembali mencuat usai Habib Riziq tiba di Indonesia pada Selasa (10/11/2020) lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini