SuaraSumsel.id - Pascasarjana Universitas Tamansiswa atau Tamsis Palembang di Sumatera Selatan resmi melaunching Pusat Kajian Center For Creative Economy, Tourism, Inheritance And Culture atau dikenal Cetic.
Pusat kajian akan fokus pada kajian ekonomi kreatif, pariwisata, warisan sejarah dan budaya.
Rektor Universitas Taman Siswa Palembang, Azwar Agus menyatakan pusat kajian ini akan bermanfaat khususnya bagi masyarakat kota Palembang, dalam pengembangan menjadi masyarakat kreatif, berwisata, budaya dan sejarah.
“Kajian kreatif memang harus didukung. Keberagaman budaya dan sejarah kita harus dipromosikan,” katanya di ruang kelas lantai II, Program Magister Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana Universitas Tamsis, Palembang, Selasa (10/11).
Baca Juga:Ini Kutipan Kalimat Wagub Mawardi Yahya yang Diperkarakan Alex Noerdin
Direktur Program Pascasarjana Universitas Tamansiswa Palembang Yoyok Hendarso MA menambahkan, jika pihaknya tidak hanya bicara pariwisata saja tapi juga bicara sejarah, budaya yang kurang mendapatkan perhatian di masyarakat kini.
“Komitmen kita akan buka pusat kajian, karena makin hilang budaya, juga kearipan-kearipan lokal,” katanya.
Selain itu, pariwisata ialah peluang yang harus didukung dengan pelestarian budaya. Di negara lain, pariwisata bisa terkenal akibat budaya yang terlestarikan.
“Hal ini tidak hanya kita bicarakan pada tingkat konsep maka harus kita realisasikan. Sejarah itu bisa terkait langsung dalam rangka pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kota Palembang maupun di Sumatera Selatan,” pungkasnya.
Baca Juga:Wagub Mawardi Yahya Kembali Dipolisikan, Alex Noerdin yang Laporkan