Ekonomi Sumsel Tumbuh Negatif 1,4 Persen, Serapan Pemda dan Ekspor Rendah

Kuartal III, Ekonomi Sumatera Selatan masih mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi).

Tasmalinda
Kamis, 05 November 2020 | 18:51 WIB
Ekonomi Sumsel Tumbuh Negatif 1,4 Persen, Serapan Pemda dan Ekspor Rendah
Ilustrasi ekonomi menurun (Gerd Altmann/Pixabay)

SuaraSumsel.id - Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan belum membaik meski pemerintah sepakat menerapkan kehidupan normal baru pada kuartal ke III tersebut.

Ekonomi Sumatera Selatan masih terkontraksi negatif 1,4 persen dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi ini dinilai membaik jika dilihat dari kuartal II yang sebelumnya yang terkontraksi 1,53 persen.

Badan Pusat Statistik memaparkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III yang memperlihatkan masih rendahnya atau mengalami kontraksi yang mendalam pada pengeluaran pemerintah terutama, konsumsi pemerintah.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Sumatera Selatan, Endang Triw Wahyuningsih menjabarkan terdapat komponen penyusun Produk Domestik Regional Bruto atau dikenal dengan pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi.

Baca Juga:Diduga Hendak Dieksploitasi, 2 Siswi Bekasi 3 Hari Sembunyi di Rumah Kosong

Jika berdasarkan komponen pembentukkannya, pengeluaran pemerintah atau sering juga disebut serapan anggaran pemerintah daerah yang masih rendah. Hal ini penyumbang pertumbuhan negatif atau kontraksi yang cukup dalam bagi perekonomi Sumatera Selatan.

Berdasarkan realiasi belanja Anggaran Pendapatan Belanja Negara dengan kontribusi 40 persen bagi ekonomi Sumsel, mengalami peningkatan 8 persen. Sedangkan realisasi belanja daerah tingkat provinsi yang memiliki kontribusi sebesar 9 persen, mengalami peningkatan realisasi hingga 33 persen.

Sayangnya, di realisasi anggaran di Pemerintah Kota dan Kabupaten di Sumatera Selatan yang memiliki kontribusi (penyumbang) penyusun ekonomi daerah hingga 44 persen mengalami penurunan realisasi anggaran hingga 8 persen.

Sama halnya dengan anggaran belanja di tingkat desa yang memiliki kontribusi penyumbang ekonomi daerah 6 persen, namun mengalami realisasi penyaluran (penyerapan) hingga 55 persen.

“Berdasarkan faktor penyusun ekonomi daerah, misalnya konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non profit, pembentukan modal tetap bruto, sektor pertanian, pertambangan, industri dan lainnya mulai tumbuh, meski beberapa masih kontraksi. Namun konsumsi pemda di kota, kabupaten hingga desa yang sangat rendah, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya,” terang Endang.

Baca Juga:Spanyol Punya Peluang Menjanjikan Sebagai Negara Tujuan Ekspor

BPS menyimpulkan berdasarkan stuktur penyusun ekonomi daerah, pertumbuhan negatif atau kontruksi terjadi pada konsumsi rumah tangga yang tumbuh negatif 4,36 persen, impor barang dan jasa yang tumbuh negatif 31,96 persen, ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan negatif 26,56 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif 12,36 persen serta pengeluaran konsumsi lembaga non profit juga mengalami pertumbuhan negatif 2,66 persen.

BPS pun mengoreksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II, akibat faktor perhitungan yang dinilai lebih lengkap. Pada trwiulan II, BPS menyatakan Sumatera Selatan mengalami kontraksi 1,53 persen yang sebelumnya 1,37 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak