Kementerian luar negeri Prancis mengatakan telah ada seruan untuk memboikot Produk makanan asal Prancis, seperti Kiri, President, La Vache Qui Rit, dan Kraft, di beberapa negara Timur Tengah. Di Qatar, perusahaan Wajbah Dairy mengumumkan untuk memboikot produk Prancis sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Di Kuwait, dewan direksi Al-Naeem Cooperative Society juga memutuskan untuk menarik semua produk Prancis dari supermarket di negara tersebut.
Produk Fashion
Brand fashion house mewah asal Prancis juga terkena imbas pernyataan Macron tentang Islam. Brand seperti Cartier, Louis Vuitton, Chanel, Yves Saint Laurent, dan Dior juga termasuk daftar #boycottfranceproducts yang ramai diserukan di media sosial saat ini.
Baca Juga:Teror Prancis: Sekularisme, Kartun Nabi, Neo Fasis dan Separatisme Islam
Beberapa pihak meyakini brand-brand mewah seperti ini juga mungkin akan mengalami dampak negatif jika sebagian besar ekspor mereka ke negara-negara mayoritas Muslim terhambat.

Bagaimana dengan Indonesia?
Gelombang boikot terkait produk Prancis di Indonesia juga menggema. Sejumlah tokoh dan pemuka agama ramai-ramai menyerukan agar Presiden Prancis meminta maaf jika tidak ingin produknya diboikot.
Di Indonesia, produk Prancis sendiri bisa dibilang banyak. Misalnya produk pesawat terbang Airbus. Banyak maskapai asal Indonesia yang mengoperasikan jenis pesawat ini.
Untuk produk makanan dan minuman, banyak jenis minuman beralkohol didatangkan dari sana. Lalu produk Danone dan Kraft. Dua perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan asal Prancis. Danone memiliki banyak produk yang beredar di Masyarakat, juga Kraft.
Baca Juga:Viral Minimarket Sudah Boikot Produk Prancis, Publik: Hah Produk Itu Juga?
Produk Danone dan Kraft ini beredar luas di jaringan minimarket dan supermarket di masyarakat luas.