Kejadian yang berlangsung Senin (26/10/2020) pada pukul 15.00 wib itu pun sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian resort Banyuasin.
“Kaca rumah banyak yang rusak itu, televisi, perabot rumah tangga dan lainnya hilang. Ini kejadian sudah dilaporkan dan kami pun masih menunggu hasil pengungkapan kasusnya,” ujar ia saat dihubungi.
Basri mengakui dirinya sempat mendapatkan ancaman dari seseorang berinisial N yang mengaku pemilik lahan eks transmigrasi di desa mereka.
Sebelum penyerangan ini, ia juga pernah mendapatkan pengancaman terhadap dari seseorang yang bernama N tersebut.
Baca Juga:Mengharukan, Kisah Bidan Diselingkuhi Suami Namun Berhasil Jadi Pengusaha
Ancaman berupa kata-kata kotor hingga rencana pembunuhan.
“Saya bersama warga sedang menyelesaikan kasus sengketa lahan. Kuat dugaan ini adalah reaksi dari lawan kami tersebut karena tidak senang lahan yang diklaimnya kami garap,” ujarnya.
Sampai dengan Jumat (30/10/2020), siang ini pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
“Sudah memanggil beberapa saksi untuk kita ambil keterangannya. Masih dalam penyelidikan," Kata AKP M Ikang Adi Putra, Kasat Reskrim Polres Banyuasin, Jumat (30/10).
Baca Juga:Asfinawati Sindir Fadjroel Rachman: Saat Orba Ikut Demo, Gak Ke Pengadilan?