alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Piala Dunia U-20 di Palembang Tanpa Opening dan Closing

Tasmalinda Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:29 WIB

Piala Dunia U-20 di Palembang Tanpa Opening dan Closing
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) yang berada di kompleks olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (1/7).

Pemerintah memastikan pelaksanaan piala dunia akan berlangsung tanpa pesta opening dan closing.

SuaraSumsel.id - Pemerintah menyatakan upacara pembukaan dan penutupan Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di enam kota di Indonesia pada 20 Mei - 12 Juni 2021 akan ditiadakan.

"Pesan dari Pak Presiden tadi menyampaikan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh FIFA, bahwa untuk gebyar 'opening' dan 'closing ceremony' tidak ada seperti waktu kita melaksanakan Asian Games," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam konferensi pers daring dari kantornya di Jakarta, Selasa (20/10/2020) seperti dilansir Antara.

Kota Palembang sendiri sebelumnya berkeinginan agar upacara pembukaan dan penutupan moment Piala Dunia U-20 tersebut berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya

Muhadjir menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas dengan topik Perkembangan Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021yang dilakukan melalui video conference.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan pembukaan Piala Dunia U-20 hanya disampaikan lewat pidato.

"'Opening ceremony' Piala Dunia U-20 berbeda dengan saat Indonesia menjadi Ketua Asian Games dulu, dari FIFA pembukaan dimaknai dengan pertandingan hari pertama, jadi alokasi terbatas untuk 'speech' pemerintah dan FIFA saja 5-8 menit," kata Amali.

Menurut Menpora, memang sudah menjadi kebiasaan bahwa pertandingan pertama menandakan pembukaan Piala Dunia U-20.

"Presiden (Jokowi) memutuskan ikuti saja apa yang diarahkan FIFA, awalnya kita harap kalau pertandingan mulai pukul 19.00 kita mulai pukul 16.00 tapi dikhawatirkan rumput di lapangan meski sudah pakai alas tapi belum diizinkan jadi kami ikut (FIFA) saja, sehingga arahan Presiden pembukaannya hanya 'speech' saja," jelas Amali.

Sedangkan terkait kehadiran penonton, Amali mengatakan masih akan melihat situasi Mei-Juni 2021.

"Apakah ada penonton atau tidak lihat situasi Mei-Juni seperti apa apakah vaksin sudah merata dan bagaimana penerapan protokol kesehatan akan mengikuti Satgas Penanganan COVID-19, di samping itu FIFA jgua ada supervisi dan arahan penerapan protokol tersebut," tambah Amali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait